Menggulung Pakaian dan Mengikat Rambut Ketika Shalat

عَنِ ابنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: أُمِرتُ أَن أَسجُدَ عَلَى سَبعَةِ أَعظُمٍ: الجَبهَةِ – وَأَشَارَ بِيَدِهِ على أَنفِهِ – وَاليَدَينِ، وَالرِّجلَينِ، وَأَطرَافِ القَدَمَينِ، ‌وَلا ‌نَكفِتَ ‌الثِّيَابَ ‌وَلا ‌الشَّعرَ

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; saya diperintahkan untuk sujud dengan tujuh anggota badan; dahi (saat itu) beliau menunjuk hidungnya, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua ujung jari-jemari kedua kaki. Selain itu (kita pun diperintahkan) agar tidak menggulung pakaian dan mengikat (menyanggul) rambut.

 

Diantara pelajaran hadits :

Hadits ini secara umum berisi informasi tentang beberapa hal yang diperintahkan ketika shalat :

1. Perintah untuk sujud dengan tujuh anggota badan, yaitu :

– dahi dan hidung (1)

– kedua telapak tangan (2&3)

– kedua lutut (4&5)

– Ujung jari-jemari kedua kaki (6&7)

2. Larangan menggulung pakaian dan mengikat (menyanggul rambut bagi laki-laki) ketika shalat. Larangan ini juga dikuatkan dengan hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma lainnya;

أَنَّه رَأَى عَبدَ اللهِ بنَ الحَارِثِ يُصَلِّي وَرَأسُهُ مَعقُوصٌ مِن وَرَائِه، فَقَامَ فَجَعَلَ يَحُلُّهُ، فَلَمَّا انصَرَفَ أَقبَلَ إِلَى ابنِ عَبَّاسٍ، فَقَالَ: مَا لَكَ وَرَأسِي؟ فَقَالَ: إِنِّي سَمِعتُ رَسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ: إِنَّمَا مَثَلُ هَذَا مَثَلُ الَّذِي يُصَلِّي وَهُوَ مَكتُوفٌ

“Suatu ketika beliau melihat Abdullah bin Harits melaksanakan shalat dengan rambut belakangnya yang diikat. Saat itu, beliau (Abdullah bin ‘Abbas) radhiyallahu ‘anhu melepas ikatan rambut itu. Setelah selesai shalat, Abdullah bin Harits menemui Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan bertanya; ada apa dengan rambutku, mengapa engkau lepaskan ikatannya ?. Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; seorang yang shalat dengan mengikat rambutnya (tidak membiarkannya terurai /jatuh menyentuh tanah ketika sujud) sama dengan seorang yang shalat dengan mengikat tangannya (tangannya tidak menyentuh tanah ketika shalat).”. (HR. Muslim). Dari hadits ini diketahui bahwa seorang laki-laki tidak dibenarkan untuk mengikat atau menyanggul rambutnya ke belakang ketika shalat. Dari hadits ini pula diketahui bahwa meski hal itu terlarang, namun tidaklah membatalkan shalat. Olehnya, Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma tidaklah menyuruh Abdullah bin Harits untuk mengulang shalatnya.

 

Wallahu a’lam bis shawaab

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: