Pertanyaan :

Apakah wajib menghadirkan niat dalam seluruh urusan yang dikerjakan ?

Jawab :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى

“Seluruh amalan itu ada karena niat pelakunya. Dan seluruh manusia akan diberi balasan sesuai dengan yang diniatkannya.”.

Hadits ini memberikan arahan umum kepada kita akan urgensi niat. Diantara hal yang harus dipahami berkenaan dengan masalah niat bahwa amalan yang dilakukan oleh seorang muslim dalam kaitan keberadaan dia sebagai seorang hamba dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu :

  1. Amalan berupa ibadah ritual (khusus)
  2. Amalan berupa ibadah umum (seluruh amalan atau kegiatan positif yang dilakukan oleh seseorang dalam kehidupannya)

Jika amalan itu adalah ibadah yang sifatnya khusus, maka niat akan menjadi syarat sahnya ibadah itu. Contoh ; puasa. Bila seorang berpuasa di hari senin dengan niat diet, maka puasa yang dilakukannya bukanlah puasa sunnah (tidak sah dan -tentu- dia tidak akan mendapat pahala seorang yang melakukan puasa sunnah hari senin).

Namun jika amalan itu adalah ibadah yang sifatnya umum (seperti membantu orang miskin, mencuci najis yang lekat di pakaian, dan yang semisal), maka niat bukanlah merupakan syarat sahnya pekerjaan tersebut, tetapi merupakan syarat untuk mendapatkan pahala dari amal baik yang dilakukan itu.

Penjelasan ini sekali lagi memperjelas kepada kita akan urgensi niat, betapa penting untuk senantiasa menghadirkannya. Abdullah bin Mubarak rahimahullah berkata;

رب عمل صغير تعظمه النية ورب عمل كبير تصغره النية

“Begitu banyak amalan yang sederhana namun menjadi istimewa karena niatnya. Dan begitu banyak pula amalan besar yang menjadi tidak bernilai karena niat pelakunya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here