Mengikhlaskan Hutang, Allah Balas Dengan Ampunan

Sebuah hadist dari sahabat bernama Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ رَجُلًا لَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ، كَانَ يُدَايِنُ النَّاسَ، فَيَقُولُ لِرَسُولِهِ: خُذْ مَا تَيَسَّرَ، وَاتْرُكْ مَا عَسُرَ، وَتَجَاوَزْ لَعَلَّ اللهَ يَتَجَاوَزُ عَنَّا، فَلَمَّا هَلَكَ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ: هَلْ عَمِلْتَ خَيْرًا قَطُّ؟ قَالَ: لَا، إِلَّا أَنَّهُ كَانَ لِي غُلَامٌ، وَكُنْتُ أُدَايِنُ النَّاسَ، فَإِذَا بَعَثْتُهُ يَتَقَاضَى، قُلْتُ لَهُ: خُذْ مَا تَيَسَّرَ، وَاتْرُكْ مَا عَسُرَ، وَتَجَاوَزْ، لَعَلَّ اللهَ يَتَجَاوَزُ عَنَّا، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: قَدْ تَجَاوَزْتُ عَنْكَ

“Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang tidak pernah sekalipun berbuat baik, hanya saja dia biasa memberi pinjaman hutang kepada orang lain. Dan dia berkata kepada pesuruhnya, ambillah berapapun yang dibayarkan, dan biarkanlah yang sulit (yang tidak mampu membayar hutang), dan sering-sering lah memberi maaf, mudah-mudahan Allah berkenan mengampuni kita.”. Setelah laki-laki itu meninggal dunia Allah Ta’aala bertanya kepadanya, “Apakah kamu pernah berbuat baik?. Laki-laki itu menjawab, tidak, hanya saja aku mepunyai seorang pembantu dan aku biasa memberikan pinjaman kepada orang lain, ketika aku meminta kepada pembantuku untuk menagihnya, selalu saja aku berpesan kepadanya, “ambillah berapapun yang dia berikan, tinggalkanlah yang sulit (tak mampu membayar hutang) dan sering-seringlah memberi maaf, mudah-mudahan Alah mengampuni kita.”. Maka Allah berfirman, Aku telah mengampunimu. (HR  An Nasa’I 4708, Bukhari no 3451, Muslim 1560, Al Hakim Al Mustadrak 2/29).

 

Pelajaran Yang dapat dipetik  dari hadist diatas :

✒️ Keutamaan memutihkan sebagian atau seluruh hutang saudara muslim kita yang memang sedang berada dalam kondisi susah dan tak mampu melunasi hutangnya. Ini sesuai dengan firman Allah Ta’aala dalam surah AL Baqarah ayat 280,

وَإِنْ كَانَ ذُوْ عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوْا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“Dan jika orang yang berhutang itu dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan, dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”. (Al Baqarah ; 280)

✒️ Betapa luas Rahmat dan Ampunan Allah Ta’aala. Bisa saja suatu amalan yang kecil namun mendatangkan pahala yang besar, sebagaimana yang dialami laki-laki dalam kisah diatas dengan perbuatan yang kelihatannya sepele.

✒️ Perlakuan Allah Ta’aala terhadap seorang hamba diantaranya sangat tergantung dengan bagaimana hamba tersebut bermu’amalah dengan sesama hamba Allah. Seseorang yang berhati kasar, maka demikian juga Allah memperlakukan hamba tersebut dengan kasar. Dan barang siapa yang berlemah-lembut, kasih sayang, serta memberi kemudahan kepada sesama, maka Allah pun akan berlemah lembut dan sayang kepadanya.

✒️ Diperbolehkan mewakilkan seseorang ketika menagih hutang.

✒️ Anjuran dalam islam untuk meringankan beban saudara kita yang muslim.

Demikian diantara pelajaran yang didapatkan dari hadits ini.

 

✍️ Penulis : Ustadz Muhammad Mukhtar, Lc

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: