Menjamak Shalat Ketika Hujan

    0
    155
    Pertanyaan :

    Ustadz, bagaimana hukum menjamak shalat dalam keadaan hujan ?. Adakah ketentuan khusus berkenaan dengan masalah tersebut ?. Dan bagaimana bagi mereka yang memiliki payung atau yang semisalnya ?

    Jawab :

    Agama memberi keringanan bagi mereka yang berada dalam kondisi susah melaksanakan shalat di masjid untuk menajamak shalatnya. Satu diantara kondisi itu adalah ketika turun hujan yang menyebabkan orang-orang sukar untuk bolak-balik ke masjid. Keringanan ini berlaku secara umum, baik bagi yang tidak memiliki payung atau bagi yang memiliki payung. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata;

      إن النبي صلى الله عليه وسلم جمع بين الظهر والعصر وبين المغرب والعشاء من غير خوف ولا مطر ، -وفي رواية: من غير خوف ولا سفر-، قيل لـابن عباس ؟ قال: لئلا يحرج أمته

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjamak antara shalat dzhuhur dan ashar, dan antara shalat maghrib dan isya, bukan karena sebab takut dan bukan pula karena sebab hujan.”. Dalam riwayat lain dikatakan, “Bukan karena sebab takut dan bukan pula karena sebab safar.”. Maka ditanyakan kepada Ibnu ‘Abbas, (lantas mengapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjamak?). Beliau berkata; “Agar tidak memberatkan ummatnya.”. (HR. Ahmad dan lainnya). Dipahami dari hadits ini bahwa :

    1. Sebab keringanan ini adalah agar tidak memberatkan umat.
    2. Safar, kondisi yang tidak aman dan hujan adalah diantara sebab bolehnya menjamak shalat