Muslim dan Lisannya

Rasulullah shallallahu ‘alaihis salam adalah sosok tauladan seluruh manusia dalam akhlak dan budi pekertinya. Allah berfirman;

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”. (al Qalam; 4). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

“Aku ini diutus untuk menyempurnakan akhlak yang terpuji.”. (HR. Ahmad)

Olehnya, seorang mukmin wajib menjaga akhlaknya, karena akhlak itu adalah refleksi dari keimanannya. Iman yang baik akan melahirkan akhlak terpuji. Sedangkan iman yang lemah, juga akan melahirkan akhlak yang kurang baik.

Dan karena akhlak seseorang itu tergambar dari perilaku dan tutur katanya, maka sebagaimana wajib menjaga kesantunan dalam berprilaku, seorang mukmin pun wajib menjaga kesantunannya dalam bertutur kata. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menjelaskan tentang muslim sejati;

المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Muslim itu adalah seorang yang saudaranya selamat dari kejahatan lisan dan tangannya.”. (HR. Bukhari). Dalam hadits lain, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

ليس المؤمن بالطعان، ولا اللعان، ولا الفاحش، ولا البذيء

“Mukmin itu bukanlah seorang yang suka memaki, suka melaknat, suka berperilaku keji dan bukan pula seorang yang suka berkata-kata kotor.”. (HR. Hakim) 

Mari menjadi muslim paripurna, muslim yang menjadi rahmat bagi alam semesta.

You may also like...

%d bloggers like this: