Penyimpangan Periaku Seks Pada Suami

    0
    221
    Pertanyaan :

    Begini Ustadz. Anak kami baru menikah. Belum beberapa hari mereka bersatu, ketahuan sama putri selingkuh via chatting. Putri kami diam dan memaafkannya sampai kali ke 3 dia tidak tahan terus dia tanya sm suaminya. Tanpa rasa bersalah suaminya berkilah : iseng katanya, suaminya minta maaf dan kembali putri kami mencoba sabar. Tapi diulang lagi. Dan kali ini bukan sama cewek saja tapi sama pria dan suaminya tersebut mengirim photo auratnya ke selingkuhan pria itu. Kontan putri kami tidak suka dan marah besar. Dan hal ini disampaikan ke mertuanya. Rupanya mertuanya cukup kaget dengan kejadian ini. Kata mertuanya luar biasa. Sejak kejadian itu mereka suka cekcok. Oh ya suami dari putri kami shalatnya belang bentong. Suka diajak shalat sama putri kami tapi dia suka diabaikannya. Akhir masaalah putri kami tidak tahan untuk satu rumah, putri kami meninggalkan rumah suaminya. Kami para orang tua sudah mencoba untuk mencari jalan keluarnya. Tapi sampai saat ini belum bisa untuk balik kerumah suaminya, karena belum keliatan i’ tikad yang diharapkan putri kami. Dan putri kami putuskan untuk bercerai. Bagaimana pendapat Ustadz untuk jalan keluar permasalahan ini. Syukron

    Jawaban :

    Menggugat cerai suami yang sudah melakukan perbuatan melampaui batas secara berulang hingga sang istri menjadi sangat tidak nyaman dan tersakiti dengan perbuatan tersebut merupakan hak seorang istri.

    Melayangkan gugatan cerai adalah satu diantara solusi, meski hal itu merupakan solusi terakhir jika seluruh cara ishlah tidak lagi dapat ditempuh oleh sang istri. Allah berfirman;

    وَإِنْ يَتَفَرَّقَا يُغْنِ اللَّهُ كُلًّا مِنْ سَعَتِهِ وَكَانَ اللَّهُ وَاسِعًا حَكِيمًا

    “Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masingnya dari limpahan karunia-Nya. Dan adalah Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana.”. (An Nisaa; 130)

    Dalam kasus yang ditanyakan, sepertinya –wallahu a’lam- sang suami memiliki kelainan perilaku seks. Penyimpangan perilaku seks yang digambarkan bahkan sudah mengarah ke penyimpangan perilaku seks kepada sesama jenis. Penyimpangan seks seperti ini, selain merupakan perbuatan yang sangat keji dalam agama, juga tentu dapat mencoreng nama baik keluarga. Dan yang dikhawatrikan jika penyimpangan perilaku seks itu berkelanjutan, pun akan menyeret sang istri ke dalam perbuatan yang menyimpang –wal ‘iyaadzu billah-.

    Olehnya, jika ingin memutuskan kembali ke sang suami, hendaknya sang istri betul-betul yakin bahwa suaminya telah bertaubat secara sungguh-sungguh dari perilaku menyimpangnya itu dan tidak lagi meninggalkan shalat –seperti keadaannya yang disebutkan dalam pertanyaan-.

    Jika telah yakin, maka menarik kembali permintaan cerai dan kembali rujuk kepada suami serta terus saling menasehati dalam kebaikan adalah hal yang lebih baik.