Pesan Waktu Kepadamu

    0
    128

    Waktu adalah hal yang sangat berharga bagi setiap manusia. Waktu adalah modal bagi mereka. Bila dimanfaatan secara baik, maka beruntunglah mereka. Tetapi jika disia-siakan, niscaya mereka akanlah sengsara. Allah berfirman;

    وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُوراً

    “Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.”. (al Furqaan; 62). Olehnya itu, maka Ibnu Umar –radjiyallahu ‘anhuma- pernah berpesan;

    إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ

    “Apabila engkau telah berada di sore hari, maka janganlah engkau menunda pekerjaan sore ke pagi hari. Jika engkau telah berada di pagi hari, maka janganlah engkau menunda pekerjaan pagi hari ke waktu sore.” . (HR. Bukhari). Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda;

    نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

    “Dua buah nikmat yang banyak manusia merugi dengannya, yaitu; sehat dan waktu lapang.”. (HR. Bukhari). Al Hasan al Bashri berkata;

    يـا ابْنَ آدَمَ، إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ، ‌كُلَّمَا ‌ذَهَبَ ‌يَوْمٌ ‌ذَهَبَ ‌بَعْضُكَ

    “Wahai anak Adam, kalian itu ibarat hari. Setiap harimu berlalu, maka berlalu pula sebagian dari hidupmu.”. (Hilyatul Auliyaa, 2/148). Dalam pernyataannya yang lain, Beliau berkata bahwa setiap pergantian waktu, hari akan berkata;

    يَا ابْنَ آدَمَ ‌أَنَا ‌خَلْقٌ ‌جَدِيدٌ وَأَنَا فِيمَا تَعْمَلُ عَلَيْكَ غَدًا شَهِيدٌ فَاعْمَلْ فِيَّ خَيْرًا أَشْهَدْ لَكَ بِهِ غَدًا فَإِنِّي لَوْ قَدْ مَضَيْتُ لَمْ تَرَنِي أَبَدًا

    “Wahai anak Adam, saya ini adalah makhluk baru dan akan menjadi saksi akan amalanmu. Maka perlakukanlah saya dengan baik, niscaya kelak saya akan menjadi saksi buatmu. Sesungguhnya jika aku telah berlalu, niscaya engkau tidak lagi akan pernah melihatku.”. (Hilyatul Auliyaa, 2/303).