Rayakan Kegembiraan Dengan Bersukur

    0
    132

    Gembira adalah satu diantara sifat yang Allah jadikan bagi manusia untuk  mengungkapkan perasaannya ketika mendapati sebuah nikmat.

    Mengungkapkan kegembiraan adalah hal yang disenangi dalam agama, dan merupakan bagian dari ibadah kepada Allah. Allah berfirman;

    وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

    Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur). (Ad Dhuhaa; 11)

    Bagaimanakah Allah menuntun Rasulullah -shallallahu álaihi wa sallam- dalam mengungkapkan kegembiraan-Nya itu ?

    *) Diantara tuntunan Allah kepada Beliau ditunjukkan dalam firman-Nya;

    أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَى (6) وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَى (7) وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَى

    Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu), dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk, dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. (Ad Dhuhaa; 6-8)

    Dalam ayat ini, Allah mengingatkan Rasul-Nya akan pemeliharaan Allah kepada Beliau di masa-masa sulit yang pernah dialaminya. Setelah itu, Allah menuntunnya dalam mengungkapkan kegembiraannya itu dengan berbuat baik kepada mereka yang membutuhkan pertolongan, sebagaimana –dahulu- Allah telah berbuat baik kepada-Nya. Allah berfirman;

    فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ (9) وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ

    Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya). (Ad Dhuhaa; 9-10)

    *) Diantara tuntunan Allah kepada Beliau dalam mengungkapkan kegembiraan, ditunjukkan oleh-Nya dalam firman-Nya;

    إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (1) وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا

    Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah. (An Nashr; 1-2)

    Dalam ayat ini Allah mengabarkan bahwa kota Mekkah –kelak- akan berhasil mereka taklukkan, dan ketika itu, orang-orang akan berbondong-bondong masuk ke dalam Islam. Disaat itu, ketika kegembiraan meliputi Beliau, maka Allah menuntunnya dalam mengungkapkan kegembiraan tersebut. Allah berfirman;

    فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

    Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat. (An Nashr; 3)

    Berkenaan dengan hal yang telah disampaikan, besok seluruh masyarakat Indonesia bergembira merayakan hari kemerdekaan. Keadaan yang serupa dengan kegembiraan Rasulullah -shallallahu álaihi wa sallam- dan para sahabat ketika berhasil memerdekakan kota Mekkah dari orang-orang kafir Qurays. Keadaan yang serupa dengan kegembiraan nabiullan Musa dan para pengikutnya ketika Allah membebaskan mereka dari penjajahan Firáun dan bala tentaranya. Namun adakah kita mau mewujudkan kegembiraan kita itu sama dengan Rasulullah -shallallahu álaihi wa sallam- dan para sahabat mewujudkannya. Adakah kita mau mewujudkan kegembiraan kita itu sama dengan nabiullah Musa –álaihissalam- mewujudkannya ?!.

    Akhirnya, Allah berfirman Allah berfirman mengetuk hati para hamba untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat-Nya ;

    وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

    Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”. (Ibrahim; 7). Olehnya, sudah selayaknya kita berkaca dengan pola hidup dan kepemimpinan Rasulullah -shallallahu álaihi wa sallam- dalam menyikapi sekecil apapun nikmat yang Allah berikan kepadanya. Diharapkan dengan itu, kita mampu menyerap dan memancarkan sedikit bias dari risalah yang diemban oleh Beliau, sebagai penebar rahmat bagi seluruh alam.

     

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here