Renungan Bagi Para Orang Tua

    0
    33

    Allah berfirman:

    يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (An Nuur; 58)

    Diantara kandungan ayat ini adalah penjelasan tentang batasan yang harus dijalankan dalam keseharian antara orang tua dengan anak-anak mereka.

    ”Mereka kan anak kita sendiri” , terkadang lintasan pikiran seperti ini membuat orang tua tidak atau kurang memperhatikan batasan-batasan interaksi yang seharusnya diperlihatkan kepada anak-anak mereka.

    Dalam petikan ayat di atas, Allah mengajarkan diantara batasan itu, yaitu agar anak-anak tidak masuk menemui orang tuanya di kamarnya pada tiga waktu kecuali dengan izin dari orang tua. Tujuan dari pelarangan itu adalah jelas, yaitu agar mereka tidak melihat hal-hal yang tidak boleh dan tidak patut untuk mereka lihat dari keadaan orang tuanya.

    Diantara yang tidak boleh dan tidak sepatutnya mereka lihat dari orang tuanya adalah aurat tertentu. Betul bahwa orang tua tidak harus berhijab dihadapan anaknya, namun tidak berarti bahwa orang tua boleh memakai baju transparan atau celana pendek atau menampakkan bagian dari payudara di hadapan anak-anaknya.

    Bagian yang boleh dinampakkan dari seorang wanita (termasuk ibu) di hadapan mahramnya (termasuk anaknya) hanyalah bagian-bagian tubuh yang lekat padanya perhiasan, misalnya; telinga, leher, kaki dan yang semisalnya. Demikianlah makna yang dipahami dari firman Allah dalam surah An Nuur, ayat 31; “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan-perhiasan mereka kecuali kepada suami-suami mereka atau ayah-ayah mereka …”. Kata ulama, maksud dari ayat ini adalah janganlah mereka menampakkan bagian tubuh yang biasanya lekat padanya perhiasan-perhiasan mereka kecuali kepada mahramnya. Adapun bagian-bagian tubuh dalam yang bukan tempat diletakkannya perhiasan, maka tidak boleh dinampakkan kepada siapapun termasuk mahram, kecuali kepada suami saja. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Wanita itu adalah aurat”. (HR. Tirmidzi)

    Bila saja Allah menetapkan larangan masuk menemui orang tua pada tiga waktu yang telah disebutkan di kamar pribadi mereka agar pandangan anak-anak mereka terjaga dari hal-hal yang tidak boleh dan tidak patut mereka lihat, lantas bagaimana dengan orang tua yang memberikan keleluasaan kepada anak-anak mereka untuk memiliki gadget dengan layanan internet unlimited, tanpa memberikan edukasi dan pengawasan yang baik ? Wallahul musta’an dan semoga Allah mengaruniakan kita anak-anak shaleh, yang tidak larut dalam dekadensi moral yang nampak semakin memprihatinkan dewasa ini.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here