Diantara hak seorng muslim kepada saudaranya adalah menjawab salam dan mendoakannya ketika ia mengucapkan hamdalah tatkala bersin.

Hak demikian adalah hak yang sifatnya universal bagi setiap muslim tanpa memilah yang kaya dan yang miskin, pimpinan atau bawahan, guru atau murid. Semuanya berhak untuk mendapatkan haknya itu dari saudaranya.

Anas radhiyallahu ánhu berkata;

كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يتَمَاشَوْنَ فَإِذَا لَقِيَتْهُمْ شَجَرَةٌ أَوْ أَكَمَةٌ تَفَرَّقُوا يَمِينًا وَشِمَالًا فَإِذَا الْتَقَوْا مِنْ وَرَائِهَا يُسَلِّمُ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ

“Dahulu para sahabat Rasulullah -shallallahu álaihi wa sallam- ketika berjalan bersama dan terpisah oleh sebuah pohon atau yang semisalnya, maka ketika kembali bertemu, mereka kembali saling bertukar salam.”.

Dalam sebuah riwayat yang dibawakan oleh Ibnu Ábdi al Barr, “Pernah suatu ketika al imam Abu Daud berada di sebuah perahu. Saat itu, Beliau mendengar seorang yang berada di tepi sungai bersin dan mengucapkan alhamdulillah. Lantas Beliau menyewa sebuah sampan seharga satu dirham untuk mendatangi orang itu, hanya untuk mendoakannya (mengucapkan “yarhamkallah”). Setelah itu, Beliau kembali ke perahu dan ditanyakan kepadanya tentang perihal tadi. Beliau berkata; mungkin saja orang itu adalah orang yang doanya dikabulkan oleh Allah. Lantas ketika para penumpang itu telah tidur, mereka bermimpi mendengar seorang berkata, ‘Sesungguhnya Abu Daud telah membeli surga dengan harga satu dirham’.”.

Dalam beberapa rekaman majelis syaikh Muhammad Nashiruddin al Baani –rahimahullah-, terdengar dalam rekaman itu, beberapa kali Beliau memutus penjelasannya untuk menjawab salam beberapa murid Beliau yang baru hadir, atau untuk menjawab hamdalah yang diucapkan oleh murid Beliau yang bersin.

Subhanallah, demikianlah gambaran kesungguhan mereka dalam menunaikan kewajiban terhadap saudaranya; tanpa memilah antara si miskin dan si kaya, antara pimpinan dan bawahan, antara murid dan guru.

Namun sebuah fenomena yang seharusnya menjadi bahan renungan bersama, ketika orang-orang hanya antusias menjawab salam mereka yang berstatus sosial lebih tinggi, dan mengabaikan mereka yang berada di level bawah. Hanya antusias menjawab hamdalah yang diucapkan oleh mereka yang berstatus sosial lebih tinggi ketika bersin, dan mengabaikan mereka yang berada di level bawah.

Semoga Allah senantiasa mengaruniakan kita semangat untuk menjalankan kewajiban-kewajiban agama sekecil apapun kewajiban tersebut. Karena sesederhana apapun kebaikan yang dilakukan oleh seorang hamba, niscaya akan menjadi luar biasa jika dilakukan secara ikhlas mengharap ridha Allah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here