Sabar dan Bersikaplah Sewajarnya

Satu diantara adab Islam dan telah menjadi sebuah tradisi baik yang diakui secara internasional adalah menjamu tamu.

Meski demikian, ternyata masih saja ada tipe orang berhati keras yang tidak memperdulikan hal tersebut;

Mungkin ada seorang yang pernah mengalami, ketika mendatangi sebuah komunitas, tidak seorang pun dari komunitas tersebut menyapa ataupun menyambanginya. Mereka larut dengan kelompoknya dan seakan tidak sama sekali memberi penghargaan kepadanya.

Fenomena di atas seakan melempar kembali ingatan kita jauh ke masa silam. Di saat nabiullah Musa dan Khidhir alaihimassalaam singgah ke sebuah negeri dan minta agar diterima sebagai tamu.

Allah berfirman :

فَانطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا أَتَيَا أَهْلَ قَرْيَةٍ اسْتَطْعَمَا أَهْلَهَا فَأَبَوْا أَن يُضَيِّفُوهُمَا

“Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka.”. (Al Kahfi : 77)

Dua orang hamba pilihan meminta agar diterima sebagai tamu, namun satu negeri menolak untuk menjamu mereka. Namun demikian, tidaklah keburukan yang dijumpainya itu menghalangi nabiullah Khidir ‘alaihissalam untuk melaksanakan kebaikan yang dititahkan oleh Allah kepadanya.

Dalam sebuah pernyataan disebutkan :

Jika orang-orang mengabaikanmu dan tidak menghargaimu, maka janganlah larut dalam kesedihan. Dahulu dua sosok manusia pilihan, Musa dan Khidir diperlakukan demikian oleh penduduk suatu negeri.

Olehnya, bersikaplah sewajarnya dan tidak usah larut dalam kesedihan. Bersabar dan tegarlah dengan tuntunan Allah, meski orang-orang sekelilingmu telah mengabaikannya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: