Saya Lupa

    0
    148

    Banyak diantara kaum muslimin yang pernah memiliki banyak hafalan Al Quran. Namun karena kepadatan aktivitas hariannya, ia pun tidak lagi memiliki waktu yang cukup untuk mengulang-ulangnya, hingga pada suatu ketika ia dikejutkan dengan pertanyaan, “Sudah berapa juz hafalanmu wahai saudaraku ?.”. Seketika ia tersentak dan berujar secara spontan, “Pernah saya menghafal sekian juz, namun sekarang saya lupa.”.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    بِئْسَ مَا لِأَحَدِهِمْ أَنْ يَقُولَ نَسِيتُ آيَةَ كَيْتَ وَكَيْتَ، بَلْ نُسِّيَ

    “Alangkah buruknya bagi seorang yang berkata, ‘Saya telah lupa ayat ini dan ayat itu.’. Akan tetapi (hendaklah ia berkata bahwa) ‘ia dilupakan’.”. (HR. Bukhari)

    Diantara pelajaran dari hadits ini adalah ;

    1. Seorang yang lupa surah atau ayat yang telah dihafalnya, maka janganlah ia mengatakan “Saya lupa surah atau ayat tersebut”, tetapi hendaknya ia berkata; “Saya dilupakan ayat atau surah tersebut.”.
    2. Pernyataan “Saya lupa” mengandung isyarat bahwa “lupa” tersebut timbul atas dasar kesengajaan orang itu melalaikan dan tidak mengulangi hafalannya; baik karena sibuk atau yang selainnya. Padahal sesibuk apapun seorang muslim, hendaknya ia menjadikan Al Quran sebagai prioritasnya dan menjadwalkannya, layaknya ia menjadwalkan aktivitas kantor atau kerja hariannya.

    Hafalan Al Quran adalah karunia yang wajib dijaga oleh setiap muslim. Olehnya sangatlah tercela orang yang sengaja melalaikan dan tidak mengulang-ulangi hafalannya. Sesibuk apapun seorang muslim, hendaknya ia menjadikan Al Quran masuk dalam skala prioritas aktivitas hariannya. Olehnya, dalam kelanjutan hadits yang telah disebutkan, Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    وَاسْتَذْكِرُوا القُرْآنَ، فَإِنَّهُ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنْ صُدُورِ الرِّجَالِ مِنَ النَّعَمِ

    “Jagalah hafalan Al Quran mu !. (Jika engkau tidak menjaganya) sesungguhnya hafalan itu akan melesat dari hati (mereka yang melalaikannya) lebih cepat dari lepasnya unta.”. (HR. Bukhari)

    Mari mulalah menghafal dan mengulang hafalan Al Quran karena tempat kita disurga tergantung berapa banyak ayat yg kita hafal. Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya ; “Kelak akan dikatakan kepada shahibul qur’an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia, karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca” (HR. Abu Daud)

    Semoga Allah melapangkan hati-hati kita untuk lebih dekat dalam berinteraksi dengan Al Quran.


    Donasi Korban Gempa Sulbar