Sebagaimana Engkau Yakin, Maka Buktikanlah Keyakinan Itu

    0
    44

    Allah berfirman ;

    الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

    “Dia, Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ‘Arsy.”. (Thaaha; 5)

     

    Tidak satupun orang beriman yang menyangkal bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Tinggi, dengan ketinggian yang mutlak.

    Ayat yang disebutkan ini adalah satu diantara sekian banyak keterangan yang menunjukkan ketinggian Allah tersebut.

    Suatu saat, ada seorang (inisialnya adalah A) yang berkata; Allah itu berada di mana-mana. Mendengar pernyataan itu, saudaranya (berinisial B) merasa ada yang kurang pas dengan pernyataan tersebut, terlebih bahwa sebelumnya ia baru saja membaca surah Thaaha, ayat lima tersebut. Maka terjadilah dialog antara keduanya membahas tentang keberadaan Allah;

     

    B : Jadi benar, kamu meyakini bahwa Allah itu berada di mana-mana ?

    A : Ya

    B : Sepertinya ana kok merasa ada yang kurang pas yah ?. Boleh kita diskusi ?

    A : silahkan

    B : Menurut kamu, matahari itu berada di mana; di dalam atau di luar bumi ?

    A : Di luar dong

    B : Di pagi hari, di saat kita berdiri di tengah lapangan datar, kita saksikan matahari itu berada di hadapan kita; di tengah hari, kita saksikan matahari itu berada tepat di atas kepala kita; menjelang maghrib, matahari berada di belakang kita. Nah, kalau begitu, menurut kamu, benar gak kalau kita nyatakan bahwa matahari itu di langit ?

    A : Ia, tentu. Meski dalam wilayah penglihatan dengan jangkauan arah yang kita miliki, matahari itu terkadang terlihat di depan, di atas atau di belakang kita; tetap aja, itu tidak merubah keberadaan matahari di langit.

    B : Oh, kalau begitu, boleh gak saya berkesimpulan bahwa seluruh yang berada di luar bumi tempatnya adalah di langit, tempat yang tinggi ?

    A : Kira-kira sepert itulah.

    B : Kalau begitu, menurut kamu, Allah itu berada di dalam makhluk atau di luar makhluk-Nya ?

    A : Tentu di luar makhluk. Kalau ada yang berkeyakinan bahwa Allah itu berada di dalam mahluk-Nya sendiri, tentu keyakinan kufur.

    B : Oh ya … . Kalau begitu, menurut kamu, Allah itu berada di dalam atau di luar bumi ?

    A : Tentu di luar bumi.

    B : Kalau kamu ternyata yakin bahwa Allah itu berada di luar bumi, berarti harus yakin dong bahwa Allah itu di langit ?!. Kan udah sepakat bahwa seluruh yang berada di luar bumi tempatnya adalah di langit …

    A : Hmmmm ….

     

    Yah, sebagaimana keberadaan wujud Allah tidak akan mungkin terbantahkan oleh fitrah manusia; demikianlah juga kemahatinggian Allah,  di langit, di atas ‘Arsy Nya adalah hal yang sangat sulit dan tidak akan mungkin terbantahkan.

    Demikian tinggi Nya Dzat Allah Yang Maha Agung, namun sangat di sayangkan masih saja banyak manusia yang mengaku sebagai hamba Allah; tetapi entah mengapa, tidak juga tergerak hatinya untuk meninggikan hukum-hukum Nya di atas segala hukum produk manusia, makhluk ciptaan Nya.

    Pada akhirnya, hanya kepada Allah lah kita bermohon, semoga Ia menuntun kita semua agar dapat menyelaraskan antara keyakinan kita bahwa Dia adalah Dzat Yang Maha Tinggi, dengan realitas keseharian kita dalam menyikapi dan menempatkan hukum dan ketetapan Nya, Dzat Yang Maha Tinggi.