‘Selamat Hari Raya’, Bolehkah ?

    0
    90
    Pertanyaan :

    Bolehkah mengucapkan selamat hari raya keagamaan kepada umat yang menganut agama selain Islam ?

    Jawaban :

    Jawaban dari pertanyaan ini terdeskripsi secara jelas dalam pernyataan imam Ibnul Qayyim rahimahullah berikuti ini :

    وَأَمَّا ‌التَّهْنِئَةُ ‌بِشَعَائِرِ ‌الْكُفْرِ ‌الْمُخْتَصَّةِ بِهِ فَحَرَامٌ بِالِاتِّفَاقِ مِثْلَ أَنْ يُهَنِّئَهُمْ بِأَعْيَادِهِمْ وَصَوْمِهِمْ، فَيَقُولَ: عِيدٌ مُبَارَكٌ عَلَيْكَ، أَوْ تَهْنَأُ بِهَذَا الْعِيدِ، وَنَحْوَهُ، فَهَذَا إِنْ سَلِمَ قَائِلُهُ مِنَ الْكُفْرِ فَهُوَ مِنَ الْمُحَرَّمَاتِ، وَهُوَ بِمَنْزِلَةِ أَنْ يُهَنِّئَهُ بِسُجُودِهِ لِلصَّلِيبِ، بَلْ ذَلِكَ أَعْظَمُ إِثْمًا عِنْدَ اللَّهِ وَأَشَدُّ مَقْتًا مِنَ التَّهْنِئَةِ بِشُرْبِ الْخَمْرِ وَقَتْلِ النَّفْسِ وَارْتِكَابِ الْفَرْجِ الْحَرَامِ وَنَحْوِهِ. وَكَثِيرٌ مِمَّنْ لَا قَدْرَ لِلدِّينِ عِنْدَهُ يَقَعُ فِي ذَلِكَ، وَلَا يَدْرِي قُبْحَ مَا فَعَلَ، فَمَنْ هَنَّأَ عَبْدًا بِمَعْصِيَةٍ أَوْ بِدْعَةٍ أَوْ كُفْرٍ فَقَدْ تَعَرَّضَ لِمَقْتِ اللَّهِ وَسَخَطِهِ

    Adapun mengucapkan selamat kepada orang-orang kafir karena ritual atau syi’ar keagamaan yang dirayakannya, maka para ulama sepakat menyatakan bahwa hal tersebut diharamkan. Diantara contohnya adalah mengucapkan selamat kepada mereka pada hari raya keagamaannya dan ritual puasa yang mereka lakukan dengan mengatakan ; ‘semoga hari raya berkah’ atau ‘selamat hari raya’, dan yang semisal dengan ucapan-ucapan selamat seperti itu. Meski orang-orang yang mengucapkan selamat tadi tidak digolongkan kafir dengan ucapannya itu, namun mereka telah melakukan perbuatan yang diharamkan. Pernyataan selamat hari raya (keagamaan) kepada mereka sama saja dengan mengucapkan selamat kepada mereka ketika tengah sujud kepada salib. Bahkan kadar dosa dari ucapan itu adalah lebih besar di sisi Allah dari ucapan selamat kepada seorang yang tengah minum alkohol, membunuh, berzina dan yang semacamnya. Sayangnya banyak orang yang tidak memiliki keperduliaan terhadap agama ini justru melakukan hal buruk itu dan tidak menyadari keburukan perbuatannya itu. Maka barangsiapa yang memberi ucapan selamat kepada seorang karena maksiat atau karena amalan bid’ah atau karena amalan kufur yang ia lakukan, sungguh ia telah melakukan hal yang dimurkai Allah. (Ahkaamu ahlu ad dzimmah, 1/441)