Seputar Masbuk

    0
    62
    Petanyaan 1 :

    Bolehkah shalat sunnah mengimami seorang yang melaksanakan shalat wajib ?

    Jawab :

    Boleh seorang melaksanakan shalat fardhu bermakmum kepada orang yang shalat sunnah, dan boleh juga melaksanakan shalat fardhu bermakmum kepada  orang yang shalat fardhu dalam shalat yang lain. Alasannya (1) :

    1. Hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu bahwa Mu’adz radhiyallahu ‘anhu melakukan shalat Isya’ di waktu akhir bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia mendatangi kaumnya di Bani Salimah lantas menjadi imam shalat bersama mereka, shalat itu baginya (hukumnya) merupakan shalat sunnah, sementara bagi mereka merupakan shalat Isya’ fardhu
    2. Karena yang wajib dilakukan dilakukan oleh makmum adalah mengikuti imam pada perbuatan-perbuatan yang zahir (nampak), bukan mengikutinya pada hal-hal tidak nampak, seperti niat.

    _____________

    (1) Pernyataan imam Nawawi rahimahullah , di dalam Al Majmu’ (4/269) :

    «‌وَيَجُوزُ ‌أَنْ ‌يَأْتَمَّ ‌الْمُفْتَرِضُ ‌بِالْمُتَنَفِّلِ وَالْمُفْتَرِضُ بِمُفْتَرِضٍ فِي صَلَاةٍ أُخْرَى لِمَا رَوَى جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ مُعَاذًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ” كَانَ يُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عشاء الْآخِرَةَ ثُمَّ يَأْتِي قَوْمَهُ فِي بَنِي سَلِمَةَ فَيُصَلِّيَ بِهِمْ ” هِيَ لَهُ تَطَوُّعٌ وَلَهُمْ فَرِيضَةُ الْعِشَاءِ وَلِأَنَّ الِاقْتِدَاءَ يَقَعُ فِي الْأَفْعَالِ الظَّاهِرَةِ وَذَلِكَ يَكُونُ مَعَ اخْتِلَافِ النِّيَّةِ»

    Pertanyaan 2 :

    Ustadz, saya pernah safar ke suatu tempat dan berhenti di suatu masjid untuk shalat. Ketika selesai shalat dan sedang shalat sunnah ada seorang yang menepuk pundak saya dan menjadikan saya imam. Apa yang harus saya lakukan ketika itu ?

    Jawab :

    Yang kalian harus lakukan saat itu adalah segera merespon keinginannya, yaitu dengan bertindak sebagai imam ;

    • Bila orang yang masbuk itu hanya seorang diri maka posisikanlah ia sejajar dengan kalian, karena posisi makmum ketika sendiri adalah berada sejajar dengan imam di sisi sebelah kanannya (imam). Namun bila jumlah mereka lebih dari satu, maka posisi mereka berada di belakang imam.
    • Bila bacaan surah pada saat itu adalah dijahar (dikeraskan), maka jaharkanlah suara kalian ketika itu