Pertanyaan :

Bolehkah sholat dengan membaca mushaf ?

Jawab :

Bagi seorang muslim shalat merupakan ibadah yang sangat agung. Menjaga dan menunaikannya adalah merupakan barometer dari kebaikan amal shalih yang lainnya. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memerintahkan ummatnya untuk mencontoh beliau dalam shalatnya agar seorang muslim dapat menyembah Allah Ta’ala dengan sempurna dalam shalatnya. Maka memperhatikan, mengenal dan memahami fiqih shalat adalah sebuah keharusan bagi setiap muslim.

Diantara tuntunan dalam shalat adalah membaca sebagian dari ayat-ayat Al Qur’an dalam rakaat yang pertama dan kedua. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam kebanyakan shalat yang beliau lakukan senantiasa memperpanjang berdirinya dengan membaca ayat-ayat yang panjang. Terkadang dalam shalat-shalat tertentu beliau mengkhususkan membaca surat-surat tertentu seperti membaca surat Al A’la dan Al Ghasyiyah dalam shalat jumat, atau membaca surat As Sajadah dan surat Al Insan dalam shalat subuh disetiap jumat,dan contoh-contoh lainnya.

Membaca sebagian dari ayat Al qur’an dalam shalat tentunya dibolehkan dengan cara memegang mushaf. Sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari berikut :

وَكَانَتْ عَائِشَةُ يَؤُمُّهَا عَبْدُهَا ذَكْوَانُ مِنَ المُصْحَفِ

“ Bahwasanya Aisyah bermakmum kepada budaknya yaitu Dzakwan dan ia (Dzakwan) memegang mushaf (ketika menjadi imam dalam membaca bacaannya). (H.R.Bukhari)

Hadits diatas menjadi dalil dibolehkannya seseorang shalat dengan memegang mushaf, baik shalat sunnah maupun shalat fardhu. Dengan catatan jika memang ada kebutuhan untuk melakukannya seperti seseorang yang memiliki keterbatasan dalam hafalan al qur’an atau menjadi imam dalam shalat tarawih untuk membaca ayat-ayat panjang yang tidak ia hafal.

Namun, membaca ayat-ayat Al qur’an dalam shalat dengan tanpa memegang mushaf (dengan membaca surat /ayat-ayat yang dihafal) tentunya lebih utama dibandingkan shalat sambil memegang mushaf. Hal tersebut dikarenakan beberapa sebab, diantaranya :

  1. Membaca ayat yang dihafal dalam shalat jauh lebih bisa menghadirkan kekhusyuan dalam shalat seseorang.
  2. Shalat sambil memegang mushaf menyebabkan seseorang tidak dapat menunaikan shalat dengan gerakannya yang sempurna seperti tidak dapat melakukan sedekap secara sempurna dengan meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri, dikarenakan salah satu tangannya fokus memegang mushaf. Begitu pun dengan gerakan-gerakan shalat yang lainnya.
  3. Membaca ayat yang dihafalnya. Sesuai dengan firman Allah Ta’ala :

فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ

Artinya :”Maka bacalah sebagian dari (ayat-ayat) Al Qur’an”. ( Q.S.Al Muzzammil : 20). Serta sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam :

إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَكَبِّرْ، ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ القُرْآن

“Apabila kamu mendirikan shalat maka bertakbirlah lalu bacalah dari sebagian ayat Al Qur’an yang mudah bagimu ( yang engkau hafal )”.

  1. Membaca ayat-ayat yang dihafal bisa memberikan motivasi bagi setiap muslim untuk menghafal Al Qur’an serta menambah hafalan yang dimilikinya.

Maka berdasarkan penjelasan-penjelasan diatas dinyatakan bahwa tidak mengapa seseorang shalat sambil memegang mushaf jika ada hajat untuk melakukannya. Namun, membacanya dengan  menghafalkannya tentunya jauh lebih utama berdasarkan alasan-alasan yang telah disebutkan di atas. Wallahua’lam

 

✍️ Penulis : Ustadz Rafael Afrianto, Lc
Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here