Shalat di Pesawat

    0
    45

    Pertanyaan :

    Assalamu ‘alaikum, saya mau menanyakan tentang sholat di pesawat, pernah sekali saya naik pesawat subuh bertepatan dengan waktu shalat subuh, gimana cara sholatnya, apakah bisa sambil duduk di kursi pesawat dan tidak menghadap kiblat? Makasih.

    Jawaban :

    Shalat adalah ibadah yang memiliki beberapa rukun sahnya. Jika seorang tidak melakukan rukun shalat itu, maka shalatnya dinyatakan tidak sah. Diantara rukun shalat itu adalah berdiri dan menghadap kiblat. Allah berfirman ;

    فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

    “Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.”. (al Baqarah; 144)

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ

    “Shalatlah dalam keadaan berdiri. Jika tidak sanggup berdiri, maka duduklah. Dan jika tidak sanggup duduk, maka berbaringlah.”. (HR. Bukhari)

    Olehnya, jika tiba waktu shalat subuh seperti yang ditanyakan, dan seorang masih berada di pesawat, hendaklah dia berusaha melaksanakan dua rukun shalat yang telah disebutkan tadi. Kalau memungkinkan untuk berdiri, maka dia harus berdiri. Namun jika tidak memungkinkan, maka boleh melaksanakannya sambil duduk. Ketika ia melaksanakan shalat sambil duduk, maka ketika ruku, ia genggam lututnya sembari membungkukkan badannya. Dan ketika sujud, ia lakukan hal yang sama, hanya saja, hendaknya ia bungkukkan badannya dengan kadar yang lebih rendah dari saat ia ruku’.

    Adapun berkaitan dengan arah kiblat, maka hendaknya dia bertanya kepada petugas atau menggunakan kompas atau semisalnya. Atas dasar itu, hendaknya ia melaksanakan shalat menghadap kiblat. Dan jika dipertengahan shalat, arah terbang pesawat berubah (tidak menghadap kiblat), maka hal itu tidaklah mengapa dan ia tetap melaksanakan shalat di arah awal ia menghadap.

    Namun jika shalat yang dimaksud adalah shalat yang dapat dijamak, misalnya; seorang berada di pesawat pada saat tiba waktu dzhuhur. Waktu mendarat diperkirakan setelah masuk waktu ashar (pukul 16.30). Maka ketika itu, hendaknya ia menunda pelaksanaan shalat dzhuhurnya untuk kemudian dijamak dengan ashar ketika telah tiba, agar dapat melaksanakannya secara sempurna.

    Ibnu Umar berkata, “Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang shalat diatas perahu.”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    صَلِّ فيها قائماً ؛ إلا أن تخاف الغرق

    “Shalatlah dengan berdiri, kecuali jika engkau takut (jatuh) dan tenggelam.”. (HR. Hakim)

    Syaikh Muhammad Nashiruddin al Baani rahimahullah berkata;

     وحكم الصلاة في الطائرة كالصلاة في السفينة : أن يصلي قائماً إن استطاع ، وإلا ؛ صلى جالساً إيماءً بركوع وسجود

    “Hukum shalat di pesawat sama dengan hukum shalat di atas perahu. Jika ia mampu berdiri, maka wajib dilakukannya dengan berdiri. Namun jika tidak mampu berdiri, maka boleh shalat duduk dengan memberi isyarat (membungkukkan badan) ketika ruku dan sujud.”

    Seluruh aturan yang disebutkan berkaitan dengan kewajiban berdiri dan menghadap kiblat adalah aturan yang berlaku untuk shalat wajib. Adapun shalat sunnah, maka tidak mengapa mengerjakannya dengan duduk dan tidak mengapa mengerjakannya tidak menghadap kiblat disaat berkendaraan.

    Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata;

    كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي السَّفَرِ عَلَى رَاحِلَتِهِ حَيْثُ تَوَجَّهَتْ بِهِ يُومِئُ إِيمَاءً صَلَاةَ اللَّيْلِ إِلَّا الْفَرَائِضَ وَيُوتِرُ عَلَى رَاحِلَتِهِ

    “Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat malam di atas untanya ketika safar, kearah manapun untanya itu menghadapkannya. Disaat itu, Beliau memberi isyarat (ketika ruku dan sujud). Beliau tidak melakukan hal itu ketika shalat wajib –maksudnya dalam kondisi biasa (normal)-.”. (HR. Bukhari).   

    Wallahu a’lam bisshawaab

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here