Shalat Hajat

    0
    65

    Pertanyaan  :

    Assalamu alaikum ustadz. Apakah ada shalat hajat ?. Syukran ustadz

    Jawaban  :

    Tentang shalat hajat;

    • *) Ada ulama yang menganjurkannya
    • *) Dan ada juga yang tidak menganjurkannya.

    Perbedaan pendapat ini –diantaranya- bersumber dari perbedaan mereka dalam menilai keabsahan hadits tentang shalat hajat ini. Namun pendapat yang lebih tepat –in sya Allah- adalah pendapat yang menganjurkannya.

    Shalat ini dilakukan ketika punya hajat (keperluan) pada Allah, atau pada sesama atau bahkan bisa juga meminta kesembuhan dari suatu penyakit.

    Adapun caranya, maka sebagaimana dijelaskan dalam hadits, dari Abdullah bin Abi Aufa, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang mempunyai kebutuhan kepada Allah atau kepada seseorang dari bani Adam, maka berwudhulah dan perbaikilah wudhunya kemudian shalatlah dua raka’at. Lalu hendaklah ia memuji Allah Ta’ala dan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mengucapkan (do’a),

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

    ‘Tidak ada sesembahan yang benar melainkan Allah yang Maha Penyantun dan Maha mulia, Mahasuci Allah Rabb Arsy yang agung, segala puji millik Allah Rabb sekalian alam, aku memohon kepada-Mu hal-hal yang menyebabkan datangnya rahmat-Mu, dan yang menyebabkan ampunan-Mu serta keuntungan dari tiap kebaikan dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah Engkau tinggalkan pada diriku dosa kecuali Engkau ampuni, kegundahan melainkan Engkau berikan jalan keluarnya, tidak pula suatu kebutuhan yang Engkau ridhai melainkan Engkau penuhi, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang’.” (HR. Tirmidzi). Dalam riwayat Ibnu Majah disebutkan, “Kemudian ia meminta pada Allah urusan dunia dan akhiratnya.”.

    Wallahu a’lam bis shawaab

    Lihat di sini