Shalat Sunnah Hari Jumat

    0
    57

    Pertanyaan :

    Assalamu Alaikum Ustadz, bagaimana hukumnya shalat sunnah sebelum dan sesudah Jumat, dan berapa rakaat?

    Jawaban :

    Tentang shalat sunnah sebelum pelaksanaan shalat Jum’at, maka ada keterangan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebutkan anjuran untuk segera datang ke masjid pada hari Jum’at dan mengisi waktu itu dengan banyak melakukan ketaatan sebelum naiknya imam ke atas mimbar. Dan diantara jenis ketaatan yang dianjurkan pada saat itu adalah melaksanakan shalat sunnah seberapa rakaat pun yang kita sanggup hingga naiknya imam ke atas mimbar untuk berkhutbah. Abu Sa’ied dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma berkata:

    مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَبِسَ مِنْ أَحْسَنِ ثِيَابِهِ وَمَسَّ مِنْ طِيبٍ – إِنْ كَانَ عِنْدَهُ – ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَلَمْ يَتَخَطَّ أَعْنَاقَ النَّاسِ ثُمَّ صَلَّى مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ ثُمَّ أَنْصَتَ إِذَا خَرَجَ إِمَامُهُ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ صَلاَتِهِ كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ جُمُعَتِهِ الَّتِى قَبْلَهَا

    “Barangsiapa mandi di hari jum’at dan memakai pakaian yang terbaik serta memakai wangi-wangian jika ia memilikinya, kemudian ia menghadiri shalat Jum’at, dan tidak juga melangkahi barisan orang-orang, lalu dia mengerjakan shalat sebanyak rakaat yang ia sanggup, selanjutnya diam jika imam telah keluar (menuju ke mimbar) sampai selesai dari shalatnya; maka perbuatannya itu akan menjadi penghapus dosa yang telah dilakukannya dalam interval waktu antara hari itu dengan hari Jum’at sebelumnya.”. (HR. Abu Daud)

    Adapun shalat sunnah setelah shalat Jum’at, maka keterangan yang ada dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan anjuran melaksanakannya 2 rakaat atau 4 rakaat.

    Olehnya barangsiapa yang melaksanakannya 2 rakaat, maka baik; dan jika ia melaksanakannya 4 rakaat, maka lebih baik lagi; dan bila ia melaksanakannya 2 atau 4 rakaat di rumah, maka akan lebih baik dari yang sebelumnya berdasarkan keumuman anjuran melaksanakan shalat sunnah di rumah. Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata;

    صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْجُمُعَةِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ

    “Saya pernah shalat sunnah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam; 2 rakaat sebelum dzhuhur, 2 rakaat setelah dzhuhur, 2 rakaat setelah jum’at, 2 rakaat setelah maghrib, dan 2 rakaat setelah Isya.”. (HR. Bukhari). Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam;

    مَنْ كَانَ مِنْكُمْ مُصَلِّيًا بَعْدَ الْجُمُعَةِ فَلْيُصَلِّ أَرْبَعًا

    “Barangsiapa yang hendak melaksanakan shalat sunnah setelah Jum’at, maka hendaklah ia shalat sebanyak 4 rakaat.”. (HR. Muslim). Zaid bin Tsaabit radhiyallahu ‘anhu berkata, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam;

    أَفْضَلُ صَلَاةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الْمَكْتُوبَة

    “Sebaik-baik shalat yang dilakukan oleh seorang adalah shalat yang dilakukannya di rumah, kecuali shalat wajib.”. (HR. Ahmad)

    Wallahu a’lam bis shawaab

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here