Spirit Para Ulama Dalam Menulis Karya Ilmiah

Bila kita membaca biografi para ulama, niscaya kita akan merasa kagum dengan kesungguhan mereka dalam menulis ilmu yang mereka pelajari. Para ulama dari masa ke masa menghabiskan hidup mereka untuk menulis karya ilmiah, mereka berharap tulisan karya ilmiah tersebut dapat menjadi investasi amal di akhirat kelak, kampung halaman yang abadi. Mereka tersemangati dengan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ  إِلاَّ مِنْ ثَلَاثَةٍ : إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَو وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ

Apabila seorang manusia wafat , amalannya terputus kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat (yang diajarkan/ditulis) dan anak sholeh yang mendoakannya.( HR Muslim).

Imam Syafi’I yang wafat tahun 204 H membagi waktunya setiap malam menjadi tiga bagian : 1/3 malam  bagian pertama untuk menulis buku, 1/3 bagian kedua untuk shalat tahajjud, dan 1/3 bagian ketiga untuk beristirahat.

Ibnu Jarir Atthabari yang wafat tahun 310 H mewariskan karya ilmiahnya dalam berbagai disiplin ilmu keislaman, tafsir, tarikh, fiqh dan lainnya kurang lebih 351.000 halaman. Karya ilmiah dalam jumlah yang sangat menakjubkan beliau hasilkan karena hampir setiap waktu dalam hidupnya ia gunakan untuk menulis.

Al Muafa bin Zakaria adalah saksi hidup dimana saat At Thabari sakit menjelang sakaratul maut ia hadir didekatnya. Ia pun membaca doa untuk at Thabari, doa yang pernah diucapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ia riwayatkan dari Ja’far bin Muhammad. Maka tiba-tiba at Thabari minta diambilkan tinta dan kertas, kemudian at Thabari menuliskan doa tersebut. Diantara hadirin yang hadir ada seorang yang berujar, “Apakah engkau juga akan menulis pada saat-saat seperti ini?. At Thabari menjawab, “Seharusnya seorang manusia tidak meninggalkan menulis ilmu hingga ia wafat.”. ( Abdul Fattah Abu Ghuddah, qiimatuzzaman ‘indal ‘ulama. Hal 60-79 )

Imam Nawawi yang wafat tahun 676 H begitu banyak mewariskan karya ilmiah di usianya yang singkat yaitu 45 tahun. Beliau membawakan kisah pengorbanannya dalam rangka menulis karya-karya ilmiah tersebut. “Aku makan hanya sekali sehari, setelah shalat isya, minum sekali di waktu sahur. Seorang muridnya pernah bertanya tentang jadwal tidurnya, ia menjawab, “Aku tidur bila mata sudah tidak dapat ditahan, aku menyandarkan kepala kepada tumpukan buku-buku, beberapa saat kemudian aku terjaga dan meneruskan tulisan. (Ibnu Syuhbah, Thabaqatu assyaaf’iiyin, jiid 2 hal 153).

Para ulama terdahulu menulis karya-karya ilmiah itu dengan tulisan tangan ikhlas karena Allah tanpa mengharapkan imbalan, bahkan mereka sangat khawatir bila dihatinya terdapat niat tidak ikhlas saat menulis karya ilmiah, seperti ingin populer dan terkenal sebagai seorang ulama.

Diriwayatkan oleh Adz Zahabi bahwa Al Mawardi seorang ulama mazhab syafi’I yang wafat tahun 450 H tidak mempopulerkan semua karya ilmiahnya semasa hidupnya, ia menyimpannya di suatu tempat. Tatkala ajal akan menjelang, Al Mawardi berwasiat kepada salah satu muridnya, “kitab-kitab yang ada di tempat itu, semuanya merupakan tulisanku, aku sengaja tidak mempopulerkannya karena khawatir ada terbetik niat tidak ikhlas. Apabila aku sedang sakaratul maut, maka letakkan telapak tanganmu pada telapak tanganku, jika aku dapat menggenggam tanganmu maka ketahuilah, amalanku menulis kitab-kitab itu tidak diterima oleh Allah. Ambillah kitab-kitab itu, lalu buanglah ke sungai Dajlah, jika aku tidak menggenggam tanganmu, maka itu tanda amalanku diterima seperti yang aku harapkan”.

Murid itu berkata, Pada saat ia sakratul maut aku melaksanakan wasiatnya, Dan ternyata tangannya tidak menggenggam tanganku. Maka aku populerkan seluruh kitabnya.

Ibnu Khairan berkata, kitab yang dimaksud adalah kitab yang berjudul Al Haawi Al Kabir. (siyar a’lam An Nubala’,jilid 13, hal 312).

Semoga Allah senantiasa memberikan keikhlasan kepada kita semua dalam menulis karya ilmiah yang bermanfaat untuk ummat.

 

✍️ Penulis : Ustadz Mukhtar, Lc

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: