Tidak boleh seorang istri menjadi batu sandungan bagi suaminya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya, terkhusus kepada ibunya.

Kecemburuan seperti itu sungguh tidak beralasan, bahkan yang demikian itu oleh sebagian ulama dinyatakan sebagai sikap abnormal (junuun/gila).

Justru diantara ciri istri shalehah adalah istri yang senantiasa memberi motivasi kepada suaminya untuk berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tuanya.

Ibu … adalah surga seorang, sekaligus neraka bagi mereka yang durhaka. Olehnya, wajib bagi setiap orang untuk berbakti kepadanya. Dan janganlah kecintaan mereka kepada istri, anak, sahabat, dan yang lainnya, menjadikannya buta hingga rela mengorbankan ibu untuk keridhaan mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada seorang pemuda yang datang meminta saran kepada Beliau, apakah boleh ia ikut jihad bersama Rasulullah ?. Rasulullah lantas menanyakan keberadaan ibunya. Laki-laki itu berkata, “Ya, ibuku masih hidup.”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

الزمها فإن الجنة تحت رجليها

“Kembali dan tetaplah bersama ibumu. Sesungguhnya surga berada di bawah kedua telapak kakinya.”. (HR. Nasaai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here