Suami Berlaku Dzhalim, Istri Minta Cerai

    0
    341
    Pertanyaan :

    Bismillah. Maaf Ustadz, minta nasehat terhadap masalah rumah tangga yang saya hadapi. Suami saya sering kasar menyiksa saya di hadapan anak-anak saya yang masih balita. Bahasa-bahasa kasar sudah menjadi makanan sehari-hari saya. Dan lebih dari itu, karena mertua saya juga turut memojokkan dan membentak saya.

    Sekarang saya sedang hamil dan menghadapi sikap suami seperti gambaran di atas. Apa dosa jika saya meminta cerai dari suami saya sekarang ?

     

    Jawab :

    Bismillah

    Turut berbela sungkawa terhadap apa yang Ibu alami. Semoga menjadi lahan bagi Ibu untuk menambah pundi-pundi pahala.

    Terkait dengan pertanyaan Ibu, maka meminta khulu’ atau bahkan meminta suami yang dzhalim agar menceraikan istrinya yang terdzhalimi adalah hak sang istri. Al Imam Ad Dirdiir rahimahullah berkata, dalam As Syarhu Al Kabiir :

     لِلزَّوْجَةِ (التَّطْلِيقُ) عَلَى الزَّوْجِ (بِالضَّرَرِ) وَهُوَ مَا لَا يَجُوزُ شَرْعًا كَهَجْرِهَا بِلَا مُوجِبٍ شَرْعِيٍّ وَضَرْبِهَا كَذَلِكَ وَسَبِّهَا وَسَبِّ أَبِيهَا، … وَيُؤَدَّبُ عَلَى ذَلِكَ زِيَادَةً عَلَى التَّطْلِيقِ

    “Merupakan hak seorang istri untuk meminta kepada suaminya agar ditalak karena perbuatan dzhalim sang suami kepadanya. Dan bagi suaminya, perbuatan dzhalim itu tidaklah dibenarkan. Beberapa contoh perbuatan dzhalim itu adalah ; men “hajr” nya (mendiamkannya dalam waktu yang lama) tanpa sebab yang dibolehkan oleh agama, memukul, mencelanya, mencela orang tuanya … (seluruh perlakuan demikian menjadikan seorang istri berhak untuk meminta sang suami menceraikannya) bahkan (sudah selayaknya) sang suami diberi hukuman tambahan, selain dari (bolehnya) sang istri meminta agar suaminya itu menceraikan dia.”.

    Dalam sebuah nasehat pernikahan disampaikan; “Perceraian itu ibarat sebuah pintu darurat. Ketika tenang dan damai, janganlah mengingatnya. Tetapi dalam kondisi darurat dan bahaya, dimana jika tidak melewati pintu darurat itu akan binasa; maka tidak ada pilihan kecuali harus melewatinya. Demikianlah perceraian. Jika sebuah pernikahan hanya akan membawa kebinasaan, maka laluilah pintu alternatif itu agar dapat selamat.”.

    Semoga ujian yang menimpa Ibu segera terselesaikan dengan sebaik-baiknya. Wallahul musta’aan

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here