Suara Wanita Adalah Aurat ?

    0
    33

    Allah berfirman :

    قَدۡ سَمِعَ ٱللَّهُ قَوۡلَ ٱلَّتِي تُجَٰدِلُكَ فِي زَوۡجِهَا وَتَشۡتَكِيٓ إِلَى ٱللَّهِ وَٱللَّهُ يَسۡمَعُ تَحَاوُرَكُمَآۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعُۢ بَصِيرٌ

    “Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.”. (Al Mujadalah; 1)

    Ayat ini turun berkenaan dengan permasalahan Khaulah bintu Tsa’labab yang datang dan terus saja terus saja mengeluh kepada Rasulullah terkait suaminya yang telah mendzhiharnya. Kata Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau terus saja mengeluh sampai-sampai aku pun menangis, dan begitu juga ahlu bait yang hadir karena kasihan dan iba kepadanya.

    Kejadian ini sedikit tidaknya memberi isyarat akan jawaban dari pertanyaan tadi. Pernyataan bahwa suara wanita itu adalah aurat tidaklah benar. Seandainya pernyataan itu benar, niscaya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak akan mengakomodir Khaulah radhiyallahu ‘anha yang datang mengeluh kepadanya.

    Allah berfirman :

    يَٰنِسَآءَ ٱلنَّبِيِّ لَسۡتُنَّ كَأَحَدٖ مِّنَ ٱلنِّسَآءِ إِنِ ٱتَّقَيۡتُنَّۚ فَلَا تَخۡضَعۡنَ ‌بِٱلۡقَوۡلِ فَيَطۡمَعَ ٱلَّذِي فِي قَلۡبِهِۦ مَرَضٞ وَقُلۡنَ قَوۡلٗا مَّعۡرُوفٗا

    “Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.”. (Al Ahzaab; 32)

    Ayat ini mempertegas pernyataan yang tadi telah disampaikan bahwa suara wanita itu bukanlah aurat. Sebagaimana ayat ini memberi penjelasan tentang aturan yang harus ditaati oleh wanita ketika memperdengarkan suaranya kepada lawan jenisnya. Aturan tersebut adalah :

    1. Berbicara dengan intonasi bicara (suara) yang biasa dan tidak membuat-buatnya hingga berpotensi menimbulkan fitnah

    2. Konten pembicaraannya adalah perkataan yang baik

    3. Jika pembicaraan itu bisa dilakukan dari balik hijab (tidak secara langsung), maka hal demikian adalah lebih baik. Allah berfirman;

    وَإِذَا سَأَلۡتُمُوهُنَّ مَتَٰعٗا فَسۡـَٔلُوهُنَّ ‌مِن ‌وَرَآءِ حِجَابٖۚ

    “Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.”. (Al Ahzaab; 53)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here