Tadabbur Al Quran di Bulan Ramadhan

    0
    85

    Allah berfirman;

    أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

    “Tidakkah mereka mentadabburi (membaca dan mempelajari) Al Quran, atau adakah hati-hati mereka telah tertutup ?.”. (Muhammad; 24)

    Bulan Ramadhan adalah bulan Al Quran. Memperbanyak membaca Al Quran di bulan ini adalah ibadah yang sangat dianjurkan. Demikianlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Jibril datang kepadanya di bulan Ramadhan, membaca Al Quran secara bergantian dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Sebuah fenomena baik yang disaksikan di masyarakat, semangat mereka untuk menyemarakkan hari-hari di bulan Ramadhan dengan tilawatul Quran. Namun tentu akan lebih baik jika semangat untuk membaca itu disertai juga dengan semangat untuk mengkaji isi dan kandungannya, semangat untuk mentadabburi Al Quran. Dan adalah hal yang sangat disayangkan, jika manusia menghabiskan usianya membaca Al Quran tanpa ada usaha yang kuat untuk juga mentadabburi isi dan kandungan kitab suci yang maha agung tersebut. Padahal maksud diturunkannya Al Quran itu adalah untuk memberi petunjuk, dan maksud itu tidaklah akan tercapai secara sempurna kecuali dengan memahami maksud dan kandungannya.

    Mentadabburi Al Quran adalah satu diantara kewajiban kaum muslimin. Al Quran diturunkan sebagai kitab petunjuk, dan hal itu tidaklah akan tercapai kecuali dengan membaca dan mentadabburi Al Quran dengan niat ikhlas untuk mendapatkan kebenaran. Syaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimiin rahimahullah berkata;

    وكان بعض أهل العلم في رمضان وهو في وقت تلاوة القرآن يجعل معه دفترًا خاصًا ، كلما قرأ شيئًا واستوقفته آية من كتاب الله فيها معانٍ كثيرة أو ما أشبه ذلك قيَّدها بالدفتر ، فلا يخرج رمضان إلا وقد حصل خيرًا كثيرًا من معاني القرآن الكريم

    “Di bulan Ramadhan, beberapa penuntut ilmu menyiapkan catatan khusus di saat sedang tilawah (membaca) Al Quran. Setiap kali terlintas sebuah pelajaran dalam benak mereka dari rangkaian ayat Al Quran yang dibacanya, segera mereka tulis. Maka tidaklah berlalu Ramadhan melainkan mereka telah mendapatkan banyak pelajaran dan kebaikan dari makna serta kandungan Al Quran.”. Beliau berkata:

    فلهذا ابن القيم رحمه الله – حَثَّ على تدبر القرآن لمن أراد الهدى .وشيخه ابن تيمية رحمه الله – قال : من تدبر القرآن طالبًا للهُدى منه تبين له طريق الحق

    “Olehnya imam Ibnul Qayyim rahimahullah mendorong kaum muslimin agar giat mentaddaburi Al Quran, jika mereka ingin mendapat petunjuk. Imam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata; Barangsiapa mentadabburi Al Quran dengan niat untuk mendapatkan petunjuk Allah dari Al Quran yang dibaca dan dipelajarinya itu; niscaya jalan kebenaran itu akan menjadi jelas di hadapannya.”.

    Dalam pernyataannya ini, Syaikhul Islam menetapkan dua syarat agar dapat mengetahui jalan kebenaran (petunjuk);

    1. Tadabbur Al Quran
    2. Niat tulus hendak mendapatkan kebenaran atau petunjuk tersebut

    Kedua syarat ini adalah penting dan saling berkaitan karena diantara manusia ada golongan yang melakukan tadabbur Al Quran dengan niat –semata- untuk menambah wawasan keilmuwan dan bukan hendak mendapatkan kebenaran dan mengamalkannya.