Tahu Agama, Tapi Benci Ulama

    0
    30

    Pertanyaan :

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu Ustadz, saya mau tanya, mengapa ada orang yang menghafal (tahu) Al Quran bahkan hadits tetapi ternyata dia adalah missionaris atau secara kasat mata berada di barisan anti ulama, misalnya MUI untuk tataran Indonesia. Bukankah Al Quran itu adalah petunjuk ?. Jazakallahu khair ustadz

    Jawaban :

    Ia, sejatinya Allah tidaklah menurunkan Al Quran melainkan agar kitab tersebut dapat menjadi petunjuk dan obat bagi segala penyakit hati.

    Namun jika sedari awal seorang mempelajari Al Quran dengan niat yang salah dan tidak tulus, ia pelajari Al Quran berdasarkan hawa nafsunya, maka niscaya ia akan digiring pada persangkaan bahwa kebenaran itu adalah yang sejalan dengan hawa nafsunya. Allah berfirman;

    فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا

    “Di dalam hati mereka ada penyakit, dan Allah pun menambah bagi mereka penyakit tersebut.”. (Al Baqarah; 10)

    فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ

    “Disaat mereka menyimpang, maka Allahpun menyimpangkan hati-hati mereka dari kebenaran.”. (As Shaff; 5)

    وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ نَظَرَ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ هَلْ يَرَاكُمْ مِنْ أَحَدٍ ثُمَّ انْصَرَفُوا صَرَفَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ

    “Dan apabila diturunkan satu surat, (mereka ingin lari dan tidak mau mendengarnya, lantas) sebagian mereka memandang kepada yang lain (sambil berkata): “Adakah seorang dari (orang-orang muslimin) yang melihat kamu?”. Sesudah (yakin bahwa tidak seorangpun yang memperhatikannya) merekapun pergi (lari). Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti.”. (At Taubah; 127)

    وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ

    “Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.”. (At Taubah; 125)

    Memendam kedengkian terhadap kebenaran dan berusaha mencari pembenaran terhadap sifat dengki tersebut, itulah penyakit yang akan menghalangi seorang dari kebenaran. Orang seperti ini dengan kebenaran akan terus berada pada dua kutub yang berseberangan. Allah berfirman tentang mereka;

    وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لَأَسْمَعَهُمْ

    “Kalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar.”. Tetapi karena mereka dan kebenaran terus akan terpisah maka Allah berfirman;

    وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ

    “Dan jika pun Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti akan berpaling juga, sedang mereka pergi dan tidak mau mendengar (ayat-ayat Nya).”. (Al Anfaal; 23)

    Wallahu a’lam bis shawaab

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here