Transaksi Harta Ribawi

    0
    12

    Transaksi Komoditi Ribawi

    Dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    الذهب بالذهب والفضة بالفضة والبر بالبر والشعير بالشعير والتمر بالتمر والملح بالملح مثلاً بمثل سواءً بسواء يداً بيد فإذا اختلفت هذه الأصناف فبيعوا كيف شئتم إذا كان يداً بيد

    Emas dijual dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir (salah satu jenis gandum), kurma dengan kurma, garam dengan garam; masing-masing dari jenis tersebut hendaknya dijual dengan kadar yang sama dan secara kontan. Namun jika jenisnya berbeda, maka juallah dengan cara yang kalian sepakati dengan ketentuan bahwa transaksi itu dilakukan secara kontan. (HR. Muslim)

    Penjelasan

    Hadits ini adalah keterangan asal yang menjelaskan tentang jenis-jenis harta dan komuditas ribawi. Para ulama menyatakan bahwa jenis harta dan komuditas ribawi yang disebutkan dalam hadits tersebut dapat dikiaskan dengan jenis harta dan komuditas lainnya yang memiliki kesamaan sebab penetapannya sebagai harta atau komuditas riwabawi (‘illat). Hanya saja para ulama tersebut berbeda pendapat tentang sebab (‘illat) yang dimaksud (tidak dibahas dalam ulasan ini).

    Bersamaan dengan itu, mereka juga bersepakat bahwa harta atau komuditas yang disebut dalam hadits itu dibagi menjadi dua kelompok, yaitu;

    *) Kelompok yang pertama adalah jenis emas dan perak, para ulama menyatakannya sebagai satu jenis yang sama

    *) kelompok yang kedua adalah jenis gandum, sya’ir, kurma dan garam, para ulama juga menyatakan bahwa jenis-jenis tersebut masuk dalam satu jenis komuditas yang sama.

    Jika uraian di atas telah dipahami, maka tekhnis transaksi harta atau komuditas ribawi dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut;

    1. Jika harta atau komuditas ribawi hendak ditukar atau dijual dengan jenis yang sama, misalnya jenis kurma A hendak ditukar dengan jenis kurma B, maka syarat yang harus terpenuhi adalah transaksi itu wajib dilakukan secara langsung dan kontan, serta dengan kadar (timbangan/takaran) yang sama. Aturan demikian selain berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas, juga dikuatkan dengan sabda beliau lainnya, yaitu;

    مثلًا بمثل، سواء بسواء، يداً بيد، فمن زاد أو استزاد فقد أربى

    “Transaksi yang dilakukan terhadap harta atau komuditas ribawi yang sejenis hendaknya dilakukan dengan jenis dan kadar yang sama, serta wajib dilakukan secara langsung dan kontan. Barangsiapa yang menambah atau meminta tambahan, maka sungguh dia telah melakukan praktek ribawi.”. (HR. Bukhari dan Muslim)

    2. Jika dua harta atau komuditas yang hendak ditukar itu adalah dua harta atau komuditas yang berbeda, tetapi masuk dalam jajaran jenis harta atau komuditas yang sama, maka transaksi keduanya dapat dilakukan dengan kadar atau nilai tukar yang berbeda, tetapi harus dilakukan secara kontan. Misalnya, emas hendak ditukar dengan perak atau gandum hendak ditukar dengan kurma, maka nominal harga transaksi atau kadarnya tentu akan berbeda, namun transaksi itu wajib dilakukan secara langsung dan kontan.

    3. Jika dua harta atau komuditas yang hendak ditukarkan itu tidak masuk dalam jajaran harta atau komuditas yang sama, maka transaksi keduanya dapat dilakukan dengan nilai tukar atau kadar yang berbeda dan dapat dilakukan tidak secara kontan. Misalnya rupiah dengan kurma. Boleh melakukan transaksi pembelian kurma dengan harga berupa nominal rupiah tertentu dengan berapapun kadar kurma sesuai dengan kesepakatan, dan transksi itu tidak harus dilakukan secara kontan.

    Demikianlah ketentuan ini berlaku pada harta dan komuditas ribawi. Wallahu a’alam bis shawaab


    sumber baca di sini

    atau di sini

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here