Untuk Apa dan Bagaimana ?

    0
    63

    Dunia dengan aneka perniknya adalah perhiasan yang sangat memikat. Tidak heran, jika orang-orang kemudian mengenal sebuah istilah “budak dunia”, karena keberadaan dunia yang sungguh dapat memikat dan memenjarakan hati banyak penikmatnya. Allah berfirman;

    إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا 

    “Sesungguhnya Aku telah menjadikan maa (segala apa) yang ada dimuka bumi ini sebagai perhiasan dunia.”. (Al Kahfi; 7)

    Kata maa dalam ayat tersebut berfungsi untuk menyatakan makna umum. Maka dipahami dari ayat tersebut bahwa seluruh makhluk yang menempati bumi adalah perhiasan duniawi, sebagaimana firman Nya;

    الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا

    “Harta dan anak-anak adalah perhiasan dalam kehidupan dunia.”. (Al Kahfi; 46)

    زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

    “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”. (Alu Imraan; 14)

    Tetapi adakah dunia diciptakan hanya untuk dinikmati oleh para penikmatnya, kemudian selesai begitu saja ?. Allah berfirman;

    أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا

    “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja) ?”. (Al Mukminuun; 115)

    Apa tujuan diciptakannya dunia dengan segala perhiasannya ?. Allah berfirman;

    لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

    “Agar Kami menguji siapakah diantara mereka yang terbaik amalannya.”. (Al Kahfi; 7)

    وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

    “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya.”. (Huud; 7)

    Dari serangkaian ayat diatas diketahui bahwa dalam Islam kualitas adalah tolak ukur penilaian sebuah amal, dan bukan sekedar kuantitas yang tidak diiringi dengan kualitas memadai.

    Dua orang shalat bersamaan dan selesai bersamaan. Satu dari keduanya membaca surah al Baqarah dan ali Imran dalam rakaatnya. Sedang yang lainnya membaca surah al Baqarah saja, manakah dari keduanya yang lebih baik ?”, demikian seorang pernah bertanya kepada Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

    Ibnu ‘Abbas berkata; “Yang lebih baik diantara mereka adalah yang hanya membaca surah al Baqarah saja.”.

    “Untuk apa” dan “bagaimana”, dua pertanyaan yang hendaknya kita ajukan ketika hendak melakukan amal agar dinilai sebagai sebuat ketaatan kepada Nya …

    Waffaqanallahu wa iyyakum wa baarakallahu lakum wa iyyana

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here