Wahai Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam

    0
    397

    Islam adalah rahmat bagi seluruh alam.


    Satu diantara hal pokok yang menjadi tujuan syariat adalah mendidik dan melahirkan generasi yang berakhlak. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


    إنما بعثت لأتمم صالح الأخلاق

    Saya ini diutus adalah untuk menyempurnakan akhlak. (HR. Ahmad)


    Nilai-nilai baik dan terpuji, serta akhlak yang mulia, seluruhnya terangkum dalam lembaran-lembaran suci firman Allah yang mulia.


    Nilai-nilai tersebut selanjutnya diwujudnyatakan dalam aplikasi keseharian oleh sosok termulia pilihan Allah, yaitu Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Menggambarkan akhlak beliau, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata ;


    كان خلقه القرآن

    Akhak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Al Quran. (HR. Muslim)


    Ketinggian akhlak beliau adalah hal yang tidak akan terbantahkan oleh siapapun. Betapa tidak, beliau telah mendapat gelar “al amiin” (sosok yang terpercaya), bahkan sebelum Beliau dinobatkan sebagai nabi dan utusan Allah.


    Ketinggian akhlak Beliau dan kesantunannya bahkan telah meluluhkan hati seorang arab badui yang terkenal dengan sikap kaku dan jumudnya. Ketinggian akhlak dan kesantunan itulah yang pada akhirnya membuatnya berdoa;


    اللهم ارحمنى ومحمدا ، ولا ترحم معنا أحدا

    Ya Allah curahkanlah rahmat Mu kepadaku dan kepada Muhammad. Dan janganlah kamu rahmati seorangpun selain kami berdua. (HR. Tirmidzi)
    Demikianlah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan ketinggian dan keagungan akhlaknya. Dan Allah pun memuji Beliau dengan ketinggian dan keagungan akhlak tersebut. Allah berfirman ;


    وإنك لعلى خلق عظيم

    Sesungguhnya engkau wahai Muhammad betul-betul adalah sosok yang memiliki akhlak yang agung. (Surah Al Qalam, ayat 4)


    Allah telah mengangkat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pengemban risalah hingga akhir zaman. Dan Beliau telah menjalankan risalah itu secara sempurna, menyampaikan Islam sebagai agama rahmat dan pemersatu seluruh alam.


    Kewajiban kita sebagai ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mendukung perjuangannya dan membela Beliau, dengan penuh rasa tulus dan cinta. Allah berfirman, dalam surah Al Fath, ayat 8-9 ;


    إنا أرسلناك شاهدًا ومبشرًا ونذيرًا لِّتُؤْمِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

    Dalam beberapa penafsiran ayat ini dikatakan bahwa Allah mengutus Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk tujuan dakwah, menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Olehnya wajib bagi setiap mukmin untuk taat kepada Allah dan Rasul Nya; wajib bagi setiap mukmin untuk menolong dan mengagungkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam; dan menjadi kewajiban setiap muslim mensucikan Allah dengan bertasbih kepadanya di pagi dan petang hari. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda ;


    لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

    Tidak seorang pun di antara kalian beriman (dengan iman yang sempurna) sampai aku (Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam) lebih dicintainya daripada anaknya, orangtuanya, dan seluruh umat manusia (HR. Muslim).  

    Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,
    Marilah kita memperbaiki ketulusan iman kita kepada Beliau; kita pelajari dan amalkan sunnah-sunnahnya. Dan mari berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi tameng membela Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dari seluruh kejahatan orang-orang yang dengki; dengan tangan bila mampu, atau dengan lisan, atau minimal dengan hati. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Membenci dengan hati” itulah serendah-rendah iman seorang muslim.