Wali Tidak Mau Menikahkan

    0
    606
    Pertanyaan :

    Seorang anak perempuan telah dilamar dan komunikasi mereka berdua telah berlangsung sangat sering. Karenanya sang ibu takut terjadi sesuatu yang tidak baik. Ibunya menyarankan untuk menikah siri dan dicatat di KUA bulan desember. Namun ayahnya tidak mau menikahkan. Atas dasar itu, apakah boleh sang ibu menikahkan anak wanitanya itu dengan wali, yaitu kakak laki-laki sang ayah, meski sang ayah tidak ridho dan menolak menjadi wali?

    Jawaban :

    Menikahkan anak adalah satu diantara kewajiban orang tua terhadap anak, khususnya anak wanitanya. Tidak saja menikahkan, tetapi juga memilihkan calon yang baik akhlak dan agamanya bagi anaknya tersebut.

    Jika seorang laki-laki yang baik telah datang melamar anak wanita dan anak wanita tersebut juga telah setuju, terlebih jika ada kekhawatiran akan adanya hal negatif yang timbul akibat penundaan pernikahan, maka tidak diperbolehkan bagi sang ayah untuk mencegah pernikahan tersebut. Allah berfirman :

    فَلَا تَعْضُلُوهُنَّ أَنْ يَنْكِحْنَ أَزْوَاجَهُن

    “Janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin dengan bakal suaminya.”. (Al Baqarah ; 232). Berkaitan dengan ayat ini, imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata :

    فَإِنْ رَغِبَتْ فِي كُفْءٍ بِعَيْنِهِ, وَأَرَادَ تَزْوِيجَهَا لِغَيْرِهِ مِنْ أَكْفَائِهَا, وَامْتَنَعَ مِنْ تَزْوِيجِهَا مِنْ الَّذِي أَرَادَتْهُ, كَانَ عَاضِلا لَهَا. انتهى

    “Apabila seorang wanita telah senang dengan calonnya yang sekufu’ (baik dan layak), sedangkan ayahnya ingin menikahkannya dengan calon lain yang tidak sekufu’ dan menolak menikahkannya dengan calon pilihan sang anak wanita; maka dengan itu, sang ayah telah masuk dalam kategori ‘mereka yang menghalangi pernikahan’ (dan hal tersebut diharamkan sebagaimana firman Allah yang telah disebutkan).”.

    Jika demikian keadaannya, dan jika berbagai mediasi internal telah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil, maka boleh membawanya ke hakim agama. Dan setelah hakim agama memutuskan boleh menikahkannya tanpa ridha ayahnya, maka setelah itu perwalian sang anak wanita boleh diserahkan ke saudara laki-laki sang ayah dan wali-wali lain setelahnya.

    Syaikh ‘Utsaimin rahimahullah berkata :

    وإذا قدر أن المرأة خطبها كفؤٌ في دينه وخلقه، ووافقت، وامتنع الأب أو الأخ فإنه لا حق له في ذلك، وتنتقل الولاية إلى من بعدهم؛ لأنهم لم يقوموا بواجب الأمانة التي حملهم الله إياها.

    “Jika seandainya seorang wanita telah dilamar oleh seorang yang baik dan layak agama serta akhlaknya, sedang sang wanita telah setuju; maka tidak ada hak bagi ayah atau saudara laki-laki ayah untuk menghalangi pernikahan sang anak wanita. Jika mereka tidak mau menikahkan sang anak wanita, maka keberhakan menjadi wali berpindah kepada wali setelahnya. Hal itu disebabkan karena para wali yang menghalangi pernikahan tersebut tidak menjalankan amanah yang diberikan Allah kepada mereka.”.

    Saran : sebaiknya dilakukan mediasi yang lebih intensif ke ayah dari anak wanita tersebut. Dan diberikan penyadaran kepada sang anak wanita, demikian juga calon suaminya untuk bersabar. Semoga dengan itu, Allah mudahkan urusan mereka berdua.

     

    Wallahu a’lam bis shawaab.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here