Yang Kekal Ada Di Sisi Nya

    0
    71

    Segala persembahan untuk Allah, itulah yang kekal. Selainnya, akan musnah dan binasa. Allah berfirman dalam surah An Nahl ayat 96 :

    ما عندكم ينفد وما عند لله باق

    “Apa yang ada pada kalian semuanya akan lenyap dan segala yang disisi Allah maka itulah yang kekal.”.

    • Saudaraku, kebanyakan manusia bila memiliki suatu barang yang sangat berharga, maka ia akan menjaganya dengan semaksimal mungkin.
    • Bila ia memiliki uang yang banyak, maka ia akan simpan di bank atau akan dibuatkannya lemari banker yang tidak bisa dibuka oleh seorangpun.
    • Bila ia memiliki rumah mewah, maka ia akan mempekerjakan security untuk menjaganya 24 jam atau menyediakan hewan penjaga didalamnya.
    • Bila ia memiliki mobil yang bagus, maka ia akan melengkapinya dengan alarm.

    Namun ketahuilah wahai saudaraku, semua yang kita miliki tersebut akan lenyap dan musnah bila kita tidak mempergunakannya di jalan Allah. Dan sebaliknya, bila kita gunakan harta yang kita miliki tersebut di jalan Allah, maka itulah yang kekal, yang kelak akan menjadi investasi pahala kita di akhirat.

    Oleh karena itu Ibnu Katsir berkata ketika menafsirkan ayat diatas :

    أَيْ: يَفْرَغُ وَيَنْقَضِي، فَإِنَّهُ إِلَى أَجَلٍ مَعْدُودٌ مَحْصُورٌ مقدَّر مُتَناه، {وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ} أَيْ: وَثَوَابُهُ لَكُمْ فِي الْجَنَّةِ بَاقٍ لَا انْقِطَاعَ وَلَا نَفَادَ لَهُ فَإِنَّهُ دَائِمٌ لَا يَحُولُ وَلَا يَزُولُ

    “Apa yang ada di sisi kalian akan berakhir pada waktu tertentu yang telah ditetapkan. Adapun di sisi Allah, maka pahala kalian di sisi Allah adalah kekal dan tidak putus serta tidak sirna”.

    Olehnya itu, sudah sewajarnya bagi kita untuk memprioritaskan sesuatu yang kekal, dan bukan  sesuatu yang binasa. Imam Malik bin Dinar berkata : “Seandainya dunia adalah emas yang akan fana, dan akhirat adalah tembikar yang kekal abadi, maka tentu saja seseorang wajib memilih sesuatu yang kekal abadi (yaitu tembikar) daripada emas yang nanti akan fana. Padahal sebenarnya akhirat adalah emas yang kekal abadi dan dunia adalah tembikar yang fana.” (Lihat Fathul Qodir, Asy Syaukani)

     

    ✏️Penulis : Ustadz Muhammad Mukhtar, Lc

    Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here