Zakat emas perhiasan, wajibkah ?

    0
    92
    Pertanyaan :

    Bismillah. Mau tanya tentang emas perhiasan. Apakah wajib dikeluarkan zakatnya ?.

    Jawab :

    Tentang emas dan perak yang hanya digunakan sebagai perhiasan, maka ulama berbeda pendapat tentang kewajiban mengeluarkan zakatnya:

    *) Sebagian dari mereka ada yang menyatakan bahwa tidak ada kewajiban mengeluarkan zakat perhiasan. Diantara alasannya adalah beberapa riwayat dari sahabat, diantaranya adalah Jabir, Aisyah, Ibnu Umar dan Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhum- :

    ليس في الحلي زكاة

    “Tidak ada kewajiban zakat bagi harta yang disiapkan untuk perhiasan.”[HR. Tirmidzi]. Hanya saja, pandangan demikian bukanlah sesuatu yang disepakati oleh para shahabat lainnya.

    *) Diantara sahabat yang berpandangan lain adalah Umar, Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, dan Abdullah bin ‘Amr [Lihat “Al Mughni”]. Maka karena adanya perbedaan pandang dikalangan para sahabat berkenaan dengan masalah ini, kiranya perlulah masalahnya dikembalikan kepada penegasan Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam-[Lihat “Syarhu Zaad al Mustaqni’e”, oleh al Hamd bin Abdullah al Hamd] sendiri. Allah berfirman:

    وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

    “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.”. (at Taubah; 34). Ayat ini secara tekstual menyatakan bahwa apa saja harta berupa emas dan perak, jika telah sampai nishab dan haulnya, dan tidak dikeluarkan zakatnya, maka harta itu masuk dalam kategori harta timbunan. Tidak ada pemilahan antara emas atau perak yang digunakan sebagai perhiasan atau untuk kepentingan lainnya. Keumuman ini dipertegas lagi dengan riwayat Ummu Salamah –radhiyallahu ‘anha-, Beliau berkata:

    كُنْتُ أَلْبَسُ أَوْضَاحًا مِنْ ذَهَبٍ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَكَنْزٌ هُوَ فَقَالَ مَا بَلَغَ أَنْ تُؤَدَّى زَكَاتُهُ فَزُكِّيَ فَلَيْسَ بِكَنْزٍ

    “Pernah saya mengenakan beberapa perhiasan yang terbuat dari emas. Maka saya bertanya kepada Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam-, “Apakah ini –pun masuk dalam kategori harta yang ditimbun ?.”. Rasulullah ––shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda; jika dikeluarkan zakatnya ketika tiba masa wajibnya, maka tidaklah ia tergolong sebagai harta timbunan.”[HR. Abu Daud]. Abdullah bin Syaddaad berkata:

    دَخَلْنَا عَلَى عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَأَى فِي يَدَيَّ فَتَخَاتٍ مِنْ وَرِقٍ فَقَالَ مَا هَذَا يَا عَائِشَةُ فَقُلْتُ صَنَعْتُهُنَّ أَتَزَيَّنُ لَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَتُؤَدِّينَ زَكَاتَهُنَّ قُلْتُ لَا أَوْ مَا شَاءَ اللَّهُ قَالَ هُوَ حَسْبُكِ مِنْ النَّارِ

    “Kami pernah masuk menemui Aisyah –radhiyallahu ‘anha-, Beliau berkata; pernah Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- masuk menemuiku. Ketika itu, Beliau melihatku mengenakan cincin dari perak. Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- berkata; apa ini wahai Aisyah ?. Saya berkata; saya membuatnya untuk berhias dihadapanmu wahai Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam-. Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bertanya; apakah engkau telah mengeluarkan zakatnya ?. Saya berkata; tidak. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda; cukuplah itu yang akan menyebabkan engkau merasakan api neraka.”[HR. Abu Daud].

    Maka berdasarkan keterangan-keterangan yang telah disebutkan, dinyatakan bahwa pendapat yang lebih tepat dalam masalah ini adalah pendapat yang menyatakan bahwa wajib mengeluarkan zakat perhiasan, berupa emas.

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here