Ziarah Kubur Sebelum & Setelah Ramadhan

    0
    484
    Pertanyaan :

    Saya diajak suami ziarah kubur. Ini tradisi jika mau ramadhan dan hari raya. Bagaimana hal ini dan apa saja ketentuan dalam berziarah kubur ?. 

    Jawab :

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan ummat Islam untuk memperbanyak mengingat kematian. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

    أَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ هَاذِمِ اللَّذَّات

    Artinya : “Perbanyaklah mengingat penghancur segala kelezatan (kematian)”. (H.R.Ibnu Hibban dan dihasankan oleh Syekh Albani dan Syekh Al Arnauth)

    Salah satu amalan yang dapat mengantarkan seseorang untuk memperbanyak mengingat kematian adalah dengan berziarah kubur. Karena salah satu tujuan dari disyariatkannya ziarah kubur yaitu agar kita sebagai hamba Allah dapat memperbanyak mengingat kematian. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat bernama Abu Hurairah –radhiyallahu anhu-, beliau berkata :

    زَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْرَ أُمِّهِ، فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ، فَقَالَ: «اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي فِي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي، وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِي أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي، فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ

    Artinya : “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengunjungi kuburan ibundanya, maka beliau pun menangis dan membuat orang-orang yang berada disekitarnya ikut larut dalam tangisan. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “ Aku telah meminta izin kepada Rabbku (Allah) agar aku diperkenankan untuk memintakan ampunan kepada ibuku, maka Allah tidak memperkenankanku. Dan aku kemudian meminta izin kepadaNya agar aku diperkenankan untuk menziarahi kuburan ibu, maka Allah pun mengizinkanku (untuk menziarahi kuburan ibuku). Maka sekarang ziarahilah kuburan karena sesungguhnya ia dapat mengingatkan tentang kematian”. (H.R.Muslim)

    Hadits di atas merupakan dalil tentang dianjurkannya menziarahi kuburan. Dan ziarah kubur boleh dilakukan kapan saja tanpa mengkhususkan hari-hari atau momen-momen tertentu untuk melakukannya. Karena mengkhususkan amalan-amalan keagamaan tertentu untuk dilakukan pada waktu-waktu tertentu haruslah mengacu kepada dalil yang jelas. Dan tidak ada dalil yang menganjurkan kita untuk mengkhususkan ziarah kubur jelang Ramadhan dan pada hari idul fitri.

    Adapun tentang amalan yang seharusnya dilakukan pada saat berziarah kubur, maka secara umum terangkum dalam adab-adab berziarah kubur sebagaimana tuntunan agama, yaitu;

    1. Hendaknya mengingat tujuan utama berziarah, yaitu mengingat kematian
    2. Mengucapkan salam ketika masuk kompleks pekuburan, yaitu;

    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُوْنَ نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

    “Salam keselamatan atas penghuni kuburan, dari orang-orang  mu’minin dan muslimin. Dan kami Insya Allah akan menyusul kalian. Semoga Allah memberi keselamatan bagi kami dan bagi kalian.”(HR. Muslim)

    1. Tidak memakai sandal ketika memasuki pekuburan, kecuali jika kaki seseorag lagi sakit atau dikhawatirkan banyak duri atau hal lain yang berbahaya.
    2. Tidak duduk di atas kuburan dan menginjaknya
    3. Mendo’akan mayit jika dia seorang muslim
    4. Tidak mengucapkan kata-kata yang tidak baik.
    5. Diperbolehkan menangis tetapi tidak boleh meratapi mayit
    Kesimpulan :
    • Boleh berziarah kubur kapan saja, misalnya memanfaatkan momen liburan atau kumpul keluarga, dan yang semisalnya. Tetapi tidak boleh mengkhususkannya pada waktu tertentu yang terkait dengan ritual keagamaan.
    • Ketika berziarah kubur, hendaknya memperhatikan adab-adab yang telah disebutkan.

    “Dan sungguh saya berjalan bersama saudaraku untuk membantunya menyelesaikan kesusahannya adalah lebih saya sukai daripada melakukan i’tikaf selama sebulan di masjidku ini (masjid nabawi).”. (HR. Ibnu Abi Ad Dunyaa)

    Nama : P. Sunarto / P. Deta
    Alamat : Gunung Anyar, Dusun Krajan Baru, Kec. Tapen, Bondowosom Jawa Timur
    Usia : 43 thn (kepala keluarga dengan dua orang anak)
    Sakit yang dialami : Abses yang telah menjalar ke beberapa bagian tubuh (liver dan ginjal).

    Beliau telah melakukan operasi sebanyak 3 kali dengan total biaya yang sangat besar. Operasi pertama dan kedua dapat dibayar oleh keluarga dengan menggunakan harta benda yang tersisa dan pinjaman dari sanak saudara (hutang). Namun di operasi yang ketiga ini, yaitu operasi usus yang bocor, pihak keluarga sudah tidak punya apa-apa lagi untuk dibayarkan ataupun dijual. Posisi pasien di rumah sakit Koesnadi Bondowoso.

    Estimasi biaya yang dibutuhkan : -/+ 50 juta

    Bagi yang ingin membantu saudara kita ini, bisa transfer melalui : 

    • Rek. BRI
    • Kode bank : 002
    • No. Rek : 0844-01-030447-53-9
    • an : IRFAN

    Setelah itu, mohon konfirmasi via WhatsApp dengan mengirimkan bukti transfer ke :

    0813-1511-5833

     

    Atas perhatian dan bantuannya, kami ucapkan jazakumullahu khairan wa baarakallahu fiekum