Ziarah kubur setalah dan sebelum Ramadhan, serta selesai shalat ied

    0
    247
    Pertanyaan :

    Saya diajak suami ziarah kubur,ini tradisi jika mau romadhon dan hari raya,suami membaca Yasin dll. Kalau saya baca istighfar dan solawat. Apa ini boleh?

    Jawab :

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan ummat Islam untuk memperbanyak mengingat kematian. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

    أَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ هَاذِمِ اللَّذَّات

    “Perbanyaklah mengingat penghancur segala kelezatan (kematian)”. (H.R.Ibnu Hibban dan dihasankan oleh Syekh Albani dan Syekh Al Arnauth)

    Salah satu amalan yang dapat mengantarkan seseorang untuk memperbanyak mengingat kematian adalah dengan berziarah kubur. Karena salah satu tujuan dari disyariatkannya ziarah kubur adalah agar kita sebagai hamba Allah dapat memperbanyak mengingat kematian. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat bernama Abu Hurairah –radhiyallahu anhu-:

    زَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْرَ أُمِّهِ، فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ، فَقَالَ: اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي فِي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي، وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِي أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي، فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ

    “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengunjungi kuburan ibundanya, maka beliau pun menangis dan membuat orang-orang yang berada disekitarnya ikut larut dalam tangisan. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “ Aku telah meminta izin kepada Rabbku (Allah) agar aku diperkenankan untuk memintakan ampunan kepada ibuku, maka Allah tidak memperkenankanku. Dan aku kemudian meminta izin kepadaNya agar aku diperkenankan untuk menziarahi kuburan ibu, maka Allah pun mengizinkanku (untuk menziarahi kuburan ibuku). Maka sekarang ziarahilah kuburan karena sesungguhnya ia dapat mengingatkan tentang kematian”. (HR.Muslim)

    Hadits di atas merupakan dalil tentang dianjurkannya menziarahi kuburan. Dan ziarah kubur boleh dilakukan kapan saja tanpa mengkhususkan hari-hari atau momen-momen tertentu untuk melakukannya. Karena mengkhususkan amalan-amalan keagamaan untuk dilakukan pada waktu-waktu tertentu atau dengan cara-cara tertentu haruslah mengacu kepada dalil yang jelas. Dan tidak ada sumber dalil yang menganjurkan kita untuk mengkhususkan ziarah kubur jelang Ramadhan dan pada hari idul fitri.

    Adapun tentang amalan yang seharusnya dilakukan pada saat berziarah kubur, maka secara umum terangkum dalam adab-adab berziarah kubur sebagaimana tuntunan agama, yaitu;

    1. Hendaknya mengingat tujuan utama berziarah, yaitu mengingat kematian
    2. Mengucapkan salam ketika masuk kompleks pekuburan, yaitu;

    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُوْنَ نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

    “Salam keselamatan atas penghuni kuburan, dari orang-orang  mu’minin dan muslimin. Dan kami Insya Allah akan menyusul kalian. Semoga Allah memberi keselamatan bagi kami dan bagi kalian.”(HR. Muslim)

    1. Tidak memakai sandal ketika memasuki pekuburan, kecuali jika kaki seseorag lagi sakit atau dikhawatirkan banyak duri atau hal lain yang berbahaya.
    2. Tidak duduk di atas kuburan dan menginjaknya
    3. Mendo’akan mayit jika dia seorang muslim
    4. Tidak mengucapkan kata-kata yang tidak baik.
    5. Diperbolehkan menangis tetapi tidak boleh meratapi mayit

    Adapun membaca Al Quran di kuburan, maka bukanlah hal yang disenangi dalam agama karena kuburan bukanlah tempat untuk membaca Al Quran.

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here