Zona Nyaman

Para sahabat, siapa yang menyangsikan perjuangan mereka bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Mereka adalah generasi yang akan dengan senang hati menjual harta dan nyawanya untuk memenangkan risalah yang diemban oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Di saat Allah telah memenangkan agama Nya, terbetik dalam benak beberapa sahabat anshar yang telah habis-habisan menyumbangkan harta dan rela berada jauh dari keluarganya, berjuang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, keinginan untuk “gantung pedang” sementara waktu agar dapat kembali merintis kehidupan dunianya bersama keluarga yang telah lama ditinggalkannya. “Mari untuk sementara waktu kita ‘cuti’ dari jihad agar kembali dapat memperbaiki keadaan ekonomi kita usai perang bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.”, begitulah gumam mereka.

Di saat itu, Allah berfirman :

وَأَنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan (tetaplah) belanjakan (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”. (Al Baqarah ; 195)

Demikianlah Allah menuntun mereka kepada mindset yang benar, bahwa kebahagiaan itu tidaklah di dapat dengan bersenang-senang berada dalam zona nyaman, dan meninggalkan jihad (ketaatan). Bukan demikian, bahkan itulah awal dan sumber kehancuran. Olehnya Allah berfirman; “Dan (tetaplah) belanjakan (harta bendamu) dalam rangka jihad di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.”. Sebaliknya, Allah perintahkan kita untuk tetap dalam ketaatan dan tidak meninggalkannya, karena itulah kebaikan. Ia berfirman;”Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”.

Karena itu, tetaplah berbuat baik di mana, kapan dan betapapun keadaaan kalian. Jangan pernah lalai ketika berada di zona nyaman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan;

حُفَّتِ ‌الْجَنَّةُ ‌بِالْمَكَارِهِ، وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Sesungguhnya surga itu diliputi oleh hal-hal yang tidak menyenangkan bagi hawa nafsu. Sedangkan neraka, makai a diliputi dengan hal-hal yang menyenangkan bagi hawa nafsu.”. (HR. Muslim)


Info Donasi Korban Gempa Sulbar

Orang yang paling dicintai Allah adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang manusia. Dan amalan yang paling dicintai Allah adalah rasa gembira yang engkau sisipkan ke dalam hati saudaramu muslim; engkau membantunya dalam kesulitan, engkau bayarkan utangnya, atau engkau obati rasa lapar yang melilitnya. Sungguh saya berjalan bersama saudaraku untuk membantunya menyelesaikan kesusahannya adalah lebih saya sukai daripada melakukan I’tikaf selama sebulan di masjidku ini (masjid Nabawi). (Shahih At Targhiib wa at Tarhiib, 2/709)


You may also like...

%d bloggers like this: